Keluhan Ibu Hamil Usia Kandungan 4 Bulan

Keluhan Ibu Hamil Usia Kandungan 4 BulanKehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu dan merupakan anugerah terutama bagi pasangan yang baru menikah atau memang mendambakan kehadiran seorang anak. Seorang ibu harus mengetahui seluk beluk kehamilan guna meningkatkan pengetahuan apa yang sedang dialaminya, selain itu juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Tersebab efek yang bisa ditimbulkan bermacam-macam, ibu hamil harus pandai-pandai mengenali keluhan yang bisa muncul setiap saat seiring perkembangan janin terutama pada masa awal kehamilan, tak terkecuali ketika usia kandungan 4 bulan. Pengetahuan soal kehamilan juga bisa membuat ibu hamil mengerti apa penyebab dari sebuah gejala dan apa efek dari sebuah gejala. Oleh karena itu pengetahuan ini cukup penting untuk membimbing sang ibu memiliki kehamilan yang sehat dan jauh dari bahaya.

Apa saja keluhan yang biasa dirasakan saat kandungan berusia 4 bulan?

Keluhan-keluhan pada ibu yang tengah hamil merupakan hal yang biasa, terlebih jika usia kandungan masih muda. Usia kandungan 4 bulan masih terbilang muda dan itu adalah masa di mana janin memasuki pertumbuhan di trimester kedua. Terdapat banyak perubahan pada janin di dalam rahim ketika memasuki usia ini, dan sangat berbeda dibandingkan dari minggu-minggu sebelumnya. Janin yang mengapung di cairan ketuban itu kini sudah semakin mirip menyerupai bayi manusia dengan organ-organ yang nyaris lengkap dan bentuk tubuh yang semakin jelas. Bisa dilihat dari wajah yang mulai terlihat rautnya dan tangan yang mulai tumbuh sempurna, serta kaki yang juga semakin terbentuk. Begitu juga dengan tali pusar yang semakin menguat dan semakin mampu menyalurkan makanan dari tubuh sang ibu.

Keluhan yang biasa muncul ketika usia kandungan 4 bulan adalah dengan munculnya linea atau garis-garis gelap yang memajang di perut. Hal ini terjadi karena adanya pigmentasi. Terkadang juga bisa ditemukan di daerah sekitar leher dan wajah serta tangan. Jangan khawatir apabila Anda mendapati gejala ini sebab itu adalah salah satu efek dari semakin mengembangnya perut dan uterus membutuhkan darah lebih banyak dari tubuh yakni sekitar 25% lebih banyak. Sealin adanya garis-garis hitam, ibu hamil juga akan mengalami kesulitan bernapas sebab kapasitas paru-paru berkurang. Kemudian, keluhan morning sickness juga biasa ditemukan sebab 4 bulan adalah masa kehamilan yang masih awal. Apabila keluhan tersebut dirasa berlebihan, jangan ragu untuk segera konsultasikan ke dokter.

Kondisi Ibu Ketika Usia Janin 4 Bulan

Kondisi Ibu Ketika Usia Janin 4 BulanKehamilan selalu mempengaruhi kondisi ibu baik itu secara fisik maupun psikis, dari awal mula kehamilan sampai dengan akhir kehamilan. Begitu juga dengan usia janin 4 bulan yang merupakan waktu di mana janin telah berada di dalam rahim selama kurang lebih 16 minggu dan selama itu janin mengalami teah fase-fase pertumbuhan. Pada masa di mana trimester kedua baru dimulai ini janin telah mengalami banyak perubahan dan semakin terlihat menyerupai bayi sebab organ-organ mulai lengkap. Kemudian bentuk tubuhnya semakin terlihat sempurna dengan mata yang sudah memiliki kelopak bahkan bulu mata dan alis yang sangat halus. Kemudian tangan pun sudah mulai memiliki jari jemari dan bisa mengepal. Tidak ketinggalan syaraf panca indera yang sudah mulai berfungsi.

Lalu bagaimana kondisi sang ibu?

Hamil adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa di mana seorang wanita dipercaya untuk menghidupi cikal bakal manusia di dalam rahimnya. Setiap bulan terus membesar dari waktu ke waktu dan secara langsung atau tidak langsung memberikan efek kepada sang ibu. Pada usia bayi 4 bulan, pergerakan sudah mulai terasa meskipun belum terlalu kuat. Kemudian karena janin semakin membesar di dalam rahim, maka ibu hamil akan mendapatkan garis melintang berwarna gelap atau hitam di sekitar perut yang memanjang sampai pusar dan daerah kewanitaan. Bahkan juga bisa ditemukan di daerah leher.

Adanya garis-garis berwarna gelap di sekitaran perut dan leher sangat lumrah terjadi pada ibu hamil sebab perut kian mengembang dan kulitnya mengalami pigmentasi. Namun begitu kerontokan rambut akan terasa berkurang sehingga rambut ibu hamil akan terlihat lebih tebal. Kemudian ada keluhan lain yang biasanya datang ketika mengandung janin 4 bulan, yakni merasakan kurang tidur, sakit kepala dan juga kelelahan. Hal ini juga lumrah terjadi namun apabila terasa berlebihan, lebih baik untuk segera memeriksakannya ke dokter ahli kandungan sebab hal tersebut bisa jadi dikarenakan faktor lain yang lebih berbahaya, dan mengonsultasikannya lebih awal akan lebih bagus sebagai bentuk penanganan.

Bagaimana Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

Bagaimana Cara Mengatasi Mual Saat Hamil MudaPada masa kehamilan, pada tiap wanita akan mengalami tingkat rasa mual yang berbeda- beda. Ada beberapa dari mereka yang sering merasa mual namun ada pula yang tidak terlalu sering merasa mual sehingga bisa menjalannya aktivitas rutin mereka secara biasa. Cara mengatasi mual saat hamil muda mempunyai manfaat penting bagi para ibu hamil yang tengah kebingungan dalam mengatasi gejala kehamilan yang satu ini. Pada saat hamil muda terutama pada trisemester pertama, ibu yang tengah hamil muda acapkali mengalami morning sickness yang terkadang agak berlebihan. Pada masa- masa kehamilan sendiri, indra penciuman mereka menjadi lebih peka sehingga mereka mudah merasa mual hanya karena mencium bau yang kurang disukai.

Pada masa kehamilan, kondisi janin memperoleh asupan cadangan lemak dari ibu. Ketika cadangan lemak pada tubuh sang ibu menjadi asupan utama bagi bayi maka terjadilah rasa mual dan muntah- muntah dialami oleh ibu. Dalam kondisi ini, hal yang perlu diperhatikan adalah sebisa mungkin menjauhkan ibu dari yang namanya dehidrasi. Kehilangan banyak cairan, bisa berakibat buruk bagi sang janin karena berkurangnya aliran darah ke janin.

Lantas Bagaimana Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda?

Berikut ini merupakan cara mengatasi mual saat hamil muda yang bisa diterapkan pada masa kehamilan terutama pada trisemester pertama:

  1. Atur pola makan

Langkah pertama adalah dengan cara mengatur pola makan. Pada masa kehamilan, tidak jarang seorang ibu kehilangan nafsu makannya. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa membuat pola makan anda dengan cara sedikit mengonsumsi makanan namun dilakukan secara sering. Makan sedikit namun sering juga mampu menghindarkan anda dari asam lambung yang berakibat pada rasa mual dan muntah pada ibu.

  1. Makan dengan gizi seimbang

Satu lagi cara mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil muda yaitu dengan cara mengonsumsi gizi yang seimbang. Untuk mendapatkan menu seimbang, anda bisa mengonsumsi banyak produk alam mulai dari sayur serta buah- buahan yang bagus bagi kesehatan. Selain itu, konsumsi pula jenis vitamin B6 yang bisa mengurangi rasa mual dan muntah seperti hati, tebu, sirup, buah pisang, pepaya matang, daging, kentang dan lain sebagainya.

Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil

Penyebab Kaki Bengkak Saat HamilKaki bengkak saat hamil bisa jadi hal yang menakutkan bagi sebagian ibu hamil, karena tidak jarang banyak yang mencemaskan kaki bengkak saat hamil karena takut jadi pertanda adanya kelainan-kelainan atau penyakit yang terjadi di dalam tubuh ibu hamil. Lalu, ibu pasti bertanya apa sebenarnya penyebab kaki bengkak saat hamil?

Selama proses kehamilan, pasti banyak keluhan-keluhan yang akan dirasakan oleh ibu hamil, selain mual muntah, tidak nafsu makan, kelelahan, pusing dan ngidam serta keluhan yang satu ini yaitu kaki bengkak saat hamil, perubahan-perubahan tersebut diakibatkan oleh perubahan kadar hormon pada ibu hamil yang mempengaruhi kerja sistem dalam tubuh, salah satunya penyebab kaki bengkak saat hamil.

Tetapi, pada umunya para ibu mungkin tidak mengetahui penyebab kaki bengkak saat hamil ini padahal hal tersebut bisa jadi salah satu bentuk kelainan atau gangguan metabolisme yang terjadi didalam tubuh yang tidak wajar. Keadaan kaki yang bengkak ini janganlah dianggap hal yang remeh, terlebih jika kaki yang bengkak sampai menggangu aktivitas sehari-hari anda, maka sudah saatnya anda harus segera memeriksakan ke petugas medis untuk mencari solusi dari keadaan tersebut.

Namun, ibu tidak perlu merasa khawatir atau sebaliknya bertindak tidak peduli terhadap kelugan yang dirasakannya. Sebab kebanyakan keluhan-keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil adalah sesuatu yang wajar. Selama proses hamil, tubuh memerlukan cairan yang lebih dari biasanya dan juga menahan jumlan cairan yang cukup banyak. Kira-kira jumlah cairan yang diperlukan 30% lebih banyak dari biasanya selama ukuran rahim terus membesar dan nantinyanakan menekan pembuluh darah balik di kaki, khususnya jika ibu telah memasuki trimester ke-3 kehamilan kembalinya darah ke jantung akan terganggu, akibatnya cairan yang tertimbun di kaki pun semakin banyak. Disamping itu, adapun penyebab lain kaki bengkak saat hamil dapat disebabkan oleh beberapa hal dibawah ini, yaitu:

  1. Kondisi rahim atau perut ibu yang semakin membesar memperparah akumulasi cairan yang tertahan di bagian kaki dikarenakan adanya pembuluh darah balik di bagian kaki yang terganggusehingga arus balik darah ke jantung menjadi terhambat.
  2. Kondisi berat badan ibu hamil yang semakin bertambah, sehingga beban kaki pun akan menjadi semakin berat. Tapi perlu juga diwaspadai agar ibu hamil tetap menjaga berat badannya selama proses kehamilan dengan kenaikan berat badan yang tidak lebih dari 15 kg.
  3. Adanya kelainan gangguan sirkulasi darah pada ibu hamil, dalam hal ini sering disebut dengan pre-eklamsi karena tingginya tekanan darah (hipertensi) dan kadar protein pada wanita hamil akan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, dan membuat berat badan naik secara mendadak hanya dalam kurun waktu yang singkat yaitu satu atau dua hari. Biasanya gejala ini ditandai bukan hanya bengkak di kaki, namun pada betis dan tangan juga bisa terjadi.

Dari uraian diatas, sangat diasarankan ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan ANC (Ante Natal Care) manfaatnya selain untuk mengetahui perkembangan kehamilan, adanya keluhan-keluhan atau gangguan yang dapat terjadi selama proses kehamilan berlangsung, hal ini juga berguna untuk mengidentifikasi secara dini apakah terdapat kelainan pada kehamilan sehingga proses pengobatan ataupun penanganannya akan semakin cepat pula.

Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

Mengatasi Anemia Pada Ibu HamilAnemia pada ibu hamil sering terjadi karena ibu hamil cenderung lebih rentan. Anemia adalah penyakit karena menurunnya atau kurangnya kadar zat hemoglobin atau sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dalam darah ke seluruh jaringan pada tubuh, termasuk ke organ-organ vital. Oleh karena itu daya angkut oksigen tidak cukup apabila kekurangan zat ini. Hal ini terjadi karena ibu hamil memerlukan sel darah merah lebih banyak dari biasanya untuk menunjang kebutuhan janin dalam kandungan. Dalam masa kehamilan, anemia terjadi ketika hemoglobin berada di bawah 11 gr% di trimester pertama dan ketiga atau kurang dari 10,5 gr% di trimester kedua.

Biarpun anemia pada wanita yang sedang mengandung dianggap kondisi yang wajar, namun akan berakibat fatal apabila tidak segera diatasi sebab oksigen sangat penting untuk tubuh maupun untuk perkembangan bayi dalam rahim. Selama kehamilan, pasokan sel darah merah dan oksigen harus mencukupi dan produksinya harus lebih besar ketimbang ketika tidak sedang hamil. Penanganan harus dilakukan secara cepat dan tepat guna mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan kesehatan janin. Anemia bisa diatasi dan diobati sehingga Anda tidak perlu begitu khawatir ketika dikatahui mengidap penyakit ini sebab khawatir berlebihan akan berpengaruh pada kondisi kehamilan.

Jenis Anemia Selama Hamil

Ada beberapa jenis anemia yang bisa terjadi ketika seorang ibu mengandung. Gejala yang sering Nampak bahwa seseorang menderita anemia adalah pucatnya kulit, bibir, serta kuku. Merasa mudah lemah dan lelah. Detang jantung terasa lebih cepat, dan sulit untuk berkonsentrasi atau fokus.

  • Anemia defisiensi zat besi

Hemoglobin dihasilkan dari zat besi. Hemoglobin adalah salah satu protein dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dari paru-paru. Ini adalah penyebab paling sering ditemukan pada ibu hamil yang menderita anemia. Hemoglobin tidak berjumlah cukup untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

  • Anemia defisiensi folat

Folat atau juga asam folat merupakan kelompok dari vitamin B. Tubuh kita membutuhkan folat untuk menghasilkan sel-sel baru termasuk dalam menghasilkan sel darah merah. Selama masa kehamilan, jumlah folat lebih besar daripada biasanya namun terkadang makanan yang dikonsumsi tidak cukup memberikan folat bagi tubuh sehingga sel-sel darah merah tidak terproduksi dengan cukup dan oksigen tidak terangkut dengan baik.

  • Anemia defisiensi vitamin B12

Sel darah merah juga dibentuk oleh vitamin B12. Apabila seorang wanita sedang mengandung dan kekurangan vitamin B12, tubuhnya tidak akan mampu menghasilkan sel darah merah yang sehat dengan cukup. Wanta hamil yang tidak memakan daging, ikan, dan unggas, serta telur dan susu memiliki kemungkinan kekurangan vitamin B12 lebih besar. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena anemia pada ibu hamil bisa mengakibatkan cacat pada janin.

Takutnya Wanita Ketika Kaki Bengkak Saat Hamil

kaki bengkak saat hamilSeringkali kita melihat wanita hamil dengan kaki yang terlihat bengkak, Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang kaki bengkak saat hamil. Semoga bermanfaat .

Hamil, adalah satu kata yang membahagiakan untuk semua pasangan suami isteri. Namun terkadang para wanita merasa sedikit khawatir dengan kehamilan yang dialaminya. Bukan karena takut saat proses persalinan nanti atau takut tentang mahalnya biaya hidup untuk anaknya nanti. Hal yang ditakutkan para wanita itu adalah penampilan. Penampilan memang menjadi modal utama untuk seorang wanita. Bagimana tidak, wanita akan dipandang cantik dan anggun dari penampilannya. Masalah-masalah penampilan wanita saat hamil dimulai dari bentuk tubuh yang akan membesar. Kaki bengkak saat hamil juga menjadi “momok” yang paling menakutkan untuk seorang wanita. Banyak cara yang dilakukan seorang wanita untuk menutupi itu semua. Mulai dari diet setelah melahirkan, menghindari pemberian ASI kepada bayi dan sebagainya.

Perawatan kaki bengkak ketika sedang hamil

Untuk mengatasi kaki bengkak saat hamil, para wanita yang sedang hamil ini mengatasinya dengan beberapa perawatan. Diantaranya, banyak wanita hamil yang mengurangi mengkonsumsi garam saat hamil. Hal ini benar adanya, karena garam mempunyai sifat mudah menyerap air sehingga kaki pada wanita hamil dapat membengkak. Cara lain yang banyak dilakukan para wanita hamil untuk menjaga penampilan adalah menghindari berdiri yang terlalu lama. Berdiri yang terlalu lama akan mengakibatkan kaki terasa pegal. Kemudian ada wanita hamil yang mengangkat kaki saat tidur. Ini dilakukan untuk mengurangi cairan yang ada dalam kaki. Saat kaki sudah membengkak, kebanyakan wanita akan merasa kurang percaya diri. Kaki yang membengkak saat hamil terkadang diselingi dengan rasa sakit. Untuk mengurangi rasa sakit, kebanyakan para wanita hamil menambahkan asupan air putih.

Perawatan apa lagi yg diperlukan?, selanjutnya di halaman 2:

4 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

mengatasi mual saat hamilBagaimana cara mengatasi mual saat hamil? pertanyaan tersebut sangat sering di lontarkan oleh beberapa ibu hamil, terutama bagi yang baru saja merasakan kehamilan dan belum tahu apa saja yang harus di lakukan jika mual melanda. Jika seseorang sedang hamil, maka tidak hanya membutuhkan banyak nutrisi bagi dirinya sendiri, namun membutuhkan nutrisi juga bagi janin yang sedang di kandungnya. Nutrisi di butuhkan ibu hamil lebih banyak agar kesehatan janin yang di kandungnya terjaga, tumbuh dengan normal dan keluar tanpa cacat sedikit pun. Karena hal tersebut lah wanita yang sedang hamil sangat di wajibkan untuk menjaga kesehatan dan selalu mencukupi semua kebutuhan nutrisinya.

Namun bagaimana jika merasakan mual atau muntah ketika melihat atau mencium aroma makanan? belum saja memakannya sudah merasa mual dan muntah, apa lagi jika memakannya. Ini tentu menjadi sebuah perhatian yang khusus jika di biarkan saja karena akan menimbulkan kandungannya kekurangan akan nutrisi.

Cara Mudah Untuk Mengatasi Mual Saat Hamil

Rasa mual dan ingin muntah merupakan hal yang sangat wajar bagi seorang ibu hamil muda karena telah meningkatnya sebuah hormone bernama estrogen. Jika hal ini terjadi kepada anda, maka anda harus segera mencari tahu tentang bagaimana cara mengatasi mual saat hamil tersebut. Rasa mual biasanya akan di barengi dengan rasa pusing. Rasa mual yang melanda tersebut tentu akan menjadikan badan anda merasa lemah dan lemas, sehingga yang di inginkan hanya tidur dan beristirahat tanpa melakukan aktivitas apa pun. Jika hal ini berlangsung lama, maka tubuh anda dan calon bayi yang di kandungan akan menjadi kekurangan nutrisi. Kemudian selain itu semua pekerjaan yang harusnya anda kerjakan bisa menjadi terbengkalai. Oleh sebab itu, kami di sini akan membantu anda dalam mengatasi semua hal tersebut, Berikut ini tips tips nya:

1. Aktivitas olah raga ringan

Pasti anda sangat sering melihat wanita hamil gemar melakukan aktivitas jalan – jalan pagi atau sore hari. Aktivitas ini penting, selain baik untuk kesehatan janin dan anda juga bisa untuk menghindari terjadinya rasa mual. Melakukan olah raga secara ringan juga baik untuk menjaga fisik agar tetap selalu bugar dan juga sehat.

Hipertensi Pada Kehamilan Dapat Diminimalisir

hipertensi pada kehamilan Hipertensi pada kehamilan bisa saja terjadi pada wanita manapun. Namun hal ini tentu tidak semua mengalaminya. Tergantung bagaimana kondisi si calon ibu itu sendiri. Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi, tekanan yang diakibatkan dari aliran darah yang dipompa oleh jantung, mengalir cepat sehingga menekan dan merusak dinding arteri pada pembuluh darah. Kondisi demikian jika tekanan darah diatas 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik yang biasa ditulis 140/90 mmHg. Oleh karena itu wanita hamil perlu menjaga kondisi kesehatannya dengan baik agar saat proses kelahiran dapat berjalan dengan selamat.

Penyebab Terjadinya Hipertensi Pada Kehamilan

Kasus ini memang tidak selalu dialami oleh wanita hamil, jika dalam masa kehamilan mampu memaksimalkan segalanya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat terjadi jika si calon ibu membiasakan pola hidup yang salah misalnya, merokok, kelebihan kadar ragam, kelebihan berat badan, mengkonsumsi alkohol. Dengan begitu tekanan darah akan meningkat sehingga menyebabkan hipertensi. Masa kehamilan adalah masa yang sangat rumit dalam menjaganya, dimana si calon ibu harus benar-benar mengotrol kesehatannya dengan baik. Dari beberapa penyebab terjadinya hipertensi diatas tentu bisa menimbulkan efek atau dampak yang sangat buruk bagi kesehatan janin dan si calon ibu. Peran keluarga serta dokter juga snagat penting untuk mencegah penyebab terjadinya hipertensi pada masa kehamilan.

Dampak Yang Ditimbulkan Hipertensi Pada Kehamilan

Banyak akibat yang ditimbulakan karena terjadinya hipertensi pada kehamilan. Dan dampak tersebut merupakan hal yang serius bagi wanita hamil. Hipertensi memiliki resiko besar seperti kerusakan pada ginjal. Si ibu akan menderita preeclampsia atau keracunan pada kehamilan, hal ini akan sangat membahayakan bagi ibu dan janinnya. Selain itu wanita hamil yang mengalami hipertensi juga akan mengalami kerusakan pembuluh darah, stroke dan gagal jantung di masa mendatang.

Penanganan Hipertensi Pada Kehamilan

Jika seorang wanita hamil tengah mengalami hipertensi maka anjuran dari dokter akan melakukan bed rest. Sementara itu untuk mengurangi terjadinya hipertensi adalah dengan mengkonsumsi coklat, pisang, ikan, buah jeruk, dan makanan yang rendah sodium. Hipertensi pada kehamilan dapat diminimalisir jika penanganannya tepat.

Bahaya Dan Pencegahan Anemia Pada Kehamilan

anemia pada kehamilan Anemia pada kehamilan juga sering dialami oleh wanita. Hal ini merupakan kondisi dimana seseorang mengalami pengurangan tekanan darah merah yang kurang dari normal. Anemia kehamilan adalah anemia yang disebab karena kurangnya zat besi biasanya memang lebih sering diidentikkan pada kesejahteraan sosial seseorang. Anemia kehamilan juga dapat membahayakan ibu dan janin, untuk itu hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus dan serius. Jika seorang wanita hamil mengalami hal demikian, maka kesehatannya pun akan terganggu, dan wajah mereka juga akan terlihat pucat dan mudah lelah. Untuk itu sedini mungkin anemia di masa kehamilan harus diminimalisir agar tidak membahayakan kesehatan si ibu dan janinnya.

Jenis-Jenis Anemia Selama Masa Kehamilan

Adapun jenis-jenis anemia pada kehamilan dapat diketahui oleh para ibu seperti anemia defisiensi besi, anemia jenis ini dialami selama masa kehamilan dan masa nifas. Kondisi demikian terjadi defisiensi besi dan kehilangan darah akut. Adapula anemia akibat perdarahan akut, anemia jenis ini terjadi ketika masa nifas, solusio plasenta dan plasenta previa dapat menjadi sumber perdarahan serius dan anemia sebelum atau setelah melahirkan. Ada lagi anemia pada penyakit kronik, gejala yang ditimbulkan biasanya tubuh akan terasa lemah, penurunan pada berat badan, wajah pucat. Selain itu ada pula anemia megaloblastik atau defisiensi vitamin B12, hal ini disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 selama masa kehamilan, adanya kegagalan dalam proses penyerapan vitamin B12 karena tidak ada faktor pendukung dari dalam.

Efek Langsung Dari Anemia Pada Kehamilan

Adapun efek yang ditimbulkan ketika ibu mengalami anemia pada kehamilan yaitu tubuh akan terasa lemah, lesu dan tidak bersemangat. Pusing atau sakit pada bagian kepala juga menjadi bagian dari efek anemia. Kondisi janin pun juga akan terganggu, perkembangannya pun juga akan terhambat sebab darah yang berkurang dalam tubuh. Selain itu dapat mengancam proses persalinan jika tidak segera ditangani.

Cara Mengatasi Anemia Pada Kehamilan

Wanita hamil memang cenderung dan rentan akan berbagai gangguan kesehatan. Anemia memang sring terjadi pada wanita hamil, untuk itu sebagai solusi pencegahan terjadinya anemia yaitu dengan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, rutin minum air putih, tidak bekerja keras agar meminimalisir kelelahan. Selain itu ibu juga harus mengkonsumsi buah dan sayur serta selalu berkonsultasi pada dokter atau bidan. Penanganan yang sedini mungkin dapat mencegah terjadinya anemia pada kehamilan.