Mengenal Penyakit Autisme

autisme Autisme adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan perkembangan gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Autisme menimpa satu dari sekitar 100 anak dan mempengaruhi kehidupan baik anak itu sendiri maupun keluarga mereka. Penyakit autis cenderung lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki lima kali lipat dibandingkan pada jenis kelamin perempuan.

Pengertian Autis kadang dikaitkan dengan pengklasifikasian sebagai gangguan perkembangan pervasif, kategori gangguan yang sering digambarkan secara bergantian dengan spektrum yang luas dari gangguan perkembangan yang mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa yang disebut gangguan spektrum autistik (ASD). Kisaran gangguan gejala autis ini bervariasi dari individu sangat terganggu dengan autisme kepada individu-individu lain yang memiliki kelainan interaksi sosial tetapi kecerdasan normal (sindrom Asperger). Selain itu, autisme dapat ditemukan berhubungan dengan gangguan lain seperti keterbelakangan mental dan kondisi medis tertentu. Tingkat gejala autisme dapat berkisar dari ringan sampai parah. Penderita autis yang ringan mungkin saja tampak normal, namun pada gejala autisme yang parah mungkin memiliki cacat intelektual yang ekstrim.

Bagi sebagian orang, mungkin akan bertanya apa itu autis? Apakah penyakit autis ini berkaitan dengan genetik? Karena gangguan yang berbeda dapat mengakibatkan autisme, pertanyaan tersebut cukup rumit untuk dijelaskan. Beberapa gangguan seperti sindrom X dan tuberous sclerosis, yang keduanya berhubungan dengan autisme, merupakan penyakit genetik (warisan). Studi terbaru menemukan bahwa gen untuk setidaknya satu jenis autisme keluarga mungkin terdapat pada kromosom 13. Namun, mayoritas penderita autisme tidak memiliki sejarah keluarga yang kuat adanya , yang mendukung premis bahwa lingkungan atau kombinasi dari faktor lingkungan dan genetik berkontribusi pada pengembangan autisme. Dalam konteks ini, lingkungan dimaksudkan untuk menunjukkan adanya faktor non-genetik, termasuk infeksi, racun, nutrisi, dan lain sebagainya.

Bagaimana Autisme Di Diagnosis Pada Anak-Anak dan Orang Dewasa?

Fitur penting dari ciri-ciri autisme adalah gangguan perkembangan signifikan atau abnormal dari komunikasi dan interaksi sosial. Sebelum melakukan terapi autis pada penderita, penting untuk evaluasi medis dimulai dengan riwayat kesehatan menyeluruh dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh seorang praktisi tidak hanya akrab dengan autisme, tetapi dengan gangguan lain yang mungkin tampak mirip atau meniru gejala autisme. Praktisi harus memiliki keahlian khusus dalam pemeriksaan gangguan neurologis. Sebagai contoh, adanya kelemahan ringan atau refleks meningkat pada satu sisi tubuh akan menyebabkan pemeriksa untuk menyimpulkan bahwa terdapat kelainan struktural dalam otak sehingga perlu pemeriksaan MRI otak. Sejarah dan pemeriksaan fisik akan menunjuk pemeriksa untuk tes diagnostik khusus dalam rangka mengevaluasi kondisi lain yang berhubungan dengan autisme atau keterlambatan perkembangan.

Setiap anak yang memiliki keterlambatan bahasa harus memiliki pendengaran yang dievaluasi secara bertahap. Agar perkembangan bahasa dapat kembali normal, penderita autisme harus memiliki kemampuan mendengar yang cukup pada volume rendah dalam rentang frekuensi tinggi.

Baik pada anak-anak maupun dewasa, pemeriksaan neurologis normal tidak perlu dilakukan seperti otak CT scan atau MRI scan. Namun, jika pemeriksaan neurologis pada penderita autis adalah sugestif dari lesi otak struktural, maka studi neuroimaging sebaiknya CT Scan MRI harus dilakukan.

DiagnosIs yang paling baik adalah dengan cara seksama mengamati perilaku anak dalam berkomunikasi, bertingkah laku dan tingkat perkembangannya. Pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut karena karakteristik dari penyandang autis ini banyak sekali ragamnya sehingga cara diagnosa yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli seperti ahli neurologis, ahli psikologi anak, ahli penyakit anak, ahli terapi bahasa, ahli pengajar dan ahli profesional lainnya dibidang autis.

Dokter ahli atau praktisi kesehatan profesional yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan dan wawasan mengenai autisme akan mengalami kesulitan dalam mendiagnosa autisme. Kadang-kadang dokter ahli atau praktisi kesehatan profesional keliru melakukan diagnosa dan tidak melibatkan orang tua sewaktu melakukan diagnosa. Kesulitan dalam pemahaman autisme dapat menjurus pada kesalahan dalam memberikan pelayanan kepada penyandang autisme yang secara umum sangat memerlukan perhatian yang khusus dan rumit.

Hasil pengamatan sesaat belumlah dapat disimpulkan sebagai hasil mutlak dari kemampuan dan perilaku seorang anak. Masukkan dari orang tua mengenai kronologi perkembangan anak adalah hal terpenting dalam menentukan keakuratan hasil diagnosa. Secara sekilas, penyandang autis dapat terlihat seperti anak dengan keterbelakangan mental, kelainan perilaku, gangguan pendengaran atau bahkan berperilaku aneh dan nyentrik. Yang lebih menyulitkan lagi adalah semua gejala autism tersebut diatas dapat timbul secara bersamaan.

Karenanya sangatlah penting untuk membedakan antara autis dengan yang lainnya sehingga diagnosa yang akurat dan penanganan sedini mungkin dapat dilakukan untuk menentukan terapi yang tepat.

Mengenal Variasi Penyebab Sindrom Down

penyebab sindrom down melibatkan kromosom 21 Penyebab sindrom down masih menjadi hal yang terus menerus diteliti dalam pengembangan ilmu kedokteran saat ini. Normalnya, sel manusia biasanya berisi 23 pasang kromosom. Satu kromosom dalam pasangan masing-masing berasal dari ayah sedangkan pasangan lain dari ibu. Penyebab down sindrom merupakan hasil ketika salah satu dari tiga jenis pembelahan sel yang abnormal melibatkan kromosom 21 terjadi. Ketiga kelainan pembelahan sel menghasilkan materi genetik dari ekstra kromosom 21, yang bertanggung jawab untuk fitur karakteristik dan masalah perkembangan sindrom Down.

Terdapat tiga variasi genetik yang dapat menjadi penyebab sindrom down antara lain trisonomi 21, mosaic sindrom down, dan translokasi sindrom down. Pada variasi penyebab down sindrom trisomi 21, merupakan variasi penyebab sindrom down dimana kasus yang ditemukan lebih dari 90 persen dari seluruh jenis variasi penyebab sindrom down. Seorang anak dengan trisomi 21 memiliki tiga ganda kromosom 21 (seperti yang dijelaskan sebelumnya, orang yang normal memiliki dua pasang) dalam semua selnya. Bentuk sindrom Down ini disebabkan oleh pembelahan sel abnormal selama pengembangan sel sperma atau sel telur.

Variasi mosaic sindrom down merupakan bentuk yang jarang dari sindrom down, anak-anak memiliki beberapa sel dengan tambahan salinan kromosom 21. Variasi ini terdiri dari dari sel normal dan sel abnormal yang disebabkan oleh pembelahan sel yang abnormal setelah pembuahan.

Variasi lain dari penyebab down sindrom adalah translokasi sindrom down. Down syndrome juga dapat terjadi ketika bagian dari kromosom 21 melekat (translokasi) ke kromosom lain, sebelum atau pada saat pembuahan. Anak-anak dengan sindrom down translokasi memiliki dua salinan kromosom 21 yang biasa, tetapi mereka juga memiliki bahan tambahan dari kromosom 21 melekat pada kromosom translokasi. Variasi penyebab sindrom down ini sangat jarang terjadi.

Faktor Resiko dan Penyebab Sindrom Down

Sampai saat ini diakui bahwa tidak ada faktor perilaku atau lingkungan yang dapat menjadi penyebab sindrom down. Beberapa mitos menyebabkan bahwa penyebab sindrom down disebabkan oleh faktor genetik (warisan), namun pada kenyataannya sindrom down tidak disebabkan oleh kesalahan dalam pembelahan sel selama pengembangan sperma, sel telur atau embrio.

Translokasi sindrom Down adalah satu-satunya bentuk gangguan yang dapat ditularkan dari orangtua ke anak. Namun, hanya sekitar 4 persen anak-anak dengan sindrom down terjadi translokasi. Dan hanya sekitar setengah dari anak-anak ini mewarisi dari salah satu orangtua mereka. Ketika translokasi diwarisi, ibu atau ayah adalah pembawa seimbang dari translokasi, yang berarti ia memiliki beberapa materi genetik ulang, namun tidak ada bahan genetik tambahan.

Ada beberapa orang tua yang memiliki risiko lebih besar memiliki bayi dengan sindrom Down. Faktor-faktor tersebut yaitu usia ibu untuk melahirkan. Bagi seorang ibu yang memiliki umur yang sudah lanjut diketahui berpengaruh dengan angka kejadian sindrom down.

Gejala Sindrom Down

gejala sindrom down Gejala sindrom down merupakan suatu kondisi genetik yang disebabkan oleh gen tambahan dari kromosom 21 yang menghasilkan karakteristik tertentu termasuk beberapa keterbelakangan mental, atau cacat kognitif, dan keterlambatan perkembangan lainnya. Kejadian sindrom Down di Amerika Serikat sekitar 1 diantara 1.000 kelahiran. Perlu diketahui bahwa tidak ada hubungan antara sindrom down dan budaya, kelompok etnis, status sosial ekonomi atau wilayah geografis, namun gejala sindrom down sangat mempengaruhi kehidupan sosial baik bagi penderitanya maupun orang terdekat (terutama keluarga).

Selain keterbelakangan mental dan keterlambatan perkembangan lain, beberapa ciri-ciri sindrom down fisik adalah miring ke atas mata, hidung datar, lipatan pada di telapak tangan, dan penurunan tonus otot. Seorang anak mungkin tidak memiliki semua gejala sindrom down ini. Biasanya orang tua dari bayi sindrom down tidak memiliki gejala sendiri meskipun mereka membawa gen abnormal.

Setelah kelahiran seorang anak dengan ciri-ciri sindrom down, risiko memiliki anak kedua dengan penyakit yang sama tergantung pada apa yang menyebabkan kondisi di anak pertama. Seorang ahli genetika medis atau konselor genetik harus dikonsultasikan untuk mendapatkan informasi yang lebih tepat tentang risiko maupun gejala sindrom down yang terjadi pada anak.

Gejala Sindrom Down Berbeda Setiap Anak

Anak-anak dengan gejala sindrom down memiliki penampilan wajah yang berbeda. Meskipun tidak semua anak dengan sindrom down memiliki fitur yang sama, beberapa fitur yang lebih umum antara lain fitur wajah yang rata, kepala kecil, leher pendek, lidah menonjol, mata atas miring, bentuk dan telinga abnormal.

Gejala sindrom down pada anak mungkin juga tonus otot yang minim, lipatan tunggal di telapak tangan, jari jemari yang relatif lebih pendek dibandingkan anak normal, dan sebagainya. Pada umumnya, bayi yang lahir dengan sindrom down memiliki pertumbuhan yang lambat dan tetap pendek dari anak-anak lain usia yang sama. Tahap perkembangan seperti duduk dan merangkak, terjadi pada sekitar dua kali usia anak-anak tanpa gangguan. Anak-anak dengan gejala sindrom Down juga memiliki beberapa derajat keterbelakangan mental, paling sering dalam kisaran ringan sampai sedang.

Anak-anak yang terlahir dengan gangguan dan ciri-ciri sindrom down tidak menuutup kemungkinan untuk bisa belajar, bahkan tak jarang mereka mampu mengembangkan keterampilan sepanjang hidup mereka. Yang membedakan mereka dengan anak normal adalah mereka kurang maksimal dalam menangkap pelajaran atau mengembangkan keterampilannya debandingkan mereka yang normal.

Yang menjadi tantangan medis bagi penderita sindrom down adalah komplikasinya. Bagi bayi yang memiliki ciri-ciri sindrom down yang menandakannya setelah lahir perlu dilakukan cek kesehatan pada seluruh organ vitalnya, sebab kebanyakan dari penderitanya memiliki ancaman yang serius pada jantung, paru-paru, penglihatan dan pendengarannya. Itulah sebabnya, ketika anak terdiagnosis dengan gejala sindrom down, mereka akan dirawat intensif oleh tim medis untuk penanganan dan perawatan selanjutnya.

Apa Itu Sindrom Down?

sindrom down Sindrom down merupakan istilah medis yang ditemukan pertama kali oleh dokter Langdon Down pada tahun 1866 untuk menggambarkan gangguan mental pada anak. Sindrom down atau biasa juga disebut down sindrom pada beberapa dekade terakhir secara dramatis menunjukkan harapan hidup meningkat dengan perawatan medis dan inklusi sosial yang membaik. Seseorang dengan sindrom down dengan kesehatan yang baik rata-rata hidup sampai usia 55 atau lebih.

Sindrom down adalah gangguan genetik yang terjadi pada sekitar 1 dari 800 kelahiran hidup dengan penyebab utama gangguan kognitif. Sindrom down mulai dari ringan sampai sedang dikaitkan dengan ketidakmampuan belajar, keterlambatan perkembangan, karakteristik fitur wajah, dan otot rendah pada awal masa bayi. Banyak orang dengan sindrom down juga memiliki cacat jantung, leukemia, awal-awal penyakit Alzheimer, masalah gastrointestinal, dan masalah kesehatan lainnya.

Pengertian sindrom down (dalam istilah medis disebut trisomi 21), adalah suatu kondisi di mana bahan genetik tambahan menyebabkan keterlambatan dalam cara seorang anak berkembang, baik secara mental dan fisik. Fitur fisik dan masalah medis yang terkait dengan sindrom down dapat bervariasi dari satu anak denga anak lainnya. Sementara beberapa anak dengan down sindrom membutuhkan banyak perhatian medis, yang lain menjalani kehidupan yang sehat. Perlu diketahui bahwa penyakit sindrom down tidak dapat dicegah, namun sindrom down dapat dideteksi sebelum anak lahir atau pada masa prenatal (masih dalam kandungan).

Mengetahui Penyebab Sindrom Down

Biasanya, pada saat pembuahan bayi mewarisi informasi genetik dari orang tua dalam bentuk 46 kromosom: 23 dari ibu dan 23 dari ayah. Dalam sebagian besar kasus sindrom Down, seorang anak mendapat ekstra kromosom 21 – dengan total 47 kromosom, bukan 46. Mengingat pengertian sindrom down, maka di dapatkan sebuah penalaran bahwa materi genetik tambahan inilah yang menyebabkan fitur fisik dan keterlambatan perkembangan yang berhubungan dengan penyakit sindrom down.

Meskipun tidak ada yang tahu pasti mengapa down sindrome terjadi dan tidak ada cara untuk mencegah kesalahan kromosom yang menyebabkan hal tersebut, para ilmuwan tahu bahwa wanita dengan usia 35 atau lebih memiliki risiko lebih tinggi secara signifikan untuk memiliki anak dengan kondisi tersebut. Pada usia 30 tahun misalnya, seorang wanita memiliki sekitar 1 dalam 900 kesempatan mengandung seorang anak dengan sindrom down.

Anak-anak dengan sindrom Down cenderung untuk berbagi ciri fisik tertentu seperti profil wajah datar, miring ke atas mata, telinga kecil, dan lidah yang menonjol. Otot nada rendah (disebut hypotonia) juga karakteristik anak dengan down sindrome. Walaupun ini dapat dan sering meningkatkan dari waktu ke waktu, kebanyakan anak-anak biasanya mencapai tahap perkembangan seperti duduk, merangkak, dan berjalan apalagi jika mendapatkan terapi sindrom down.

Sindrom down mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar dengan cara yang berbeda, sebagian besar memiliki gangguan intelektual ringan sampai sedang. Anak-anak dengan penyakit sindrom down bisa belajar, dan mampu mengembangkan keterampilan sepanjang hidup mereka. Mereka hanya mencapai tujuan dengan kecepatan yang berbeda.

Masalah Medis Yang Berkaitan Dengan Sindrom Down

Sementara beberapa anak-anak dengan sindrom down tidak memiliki masalah kesehatan yang signifikan, yang lain mungkin mengalami sejumlah masalah medis yang membutuhkan perawatan dan terapi sindrom down ekstra. Sebagai contoh, hampir setengah dari semua anak yang lahir dengan sindrom down akan memiliki cacat jantung bawaan (penyakit jantung kongenital).

Anak-anak dengan penyakit sindrom down juga meningkatkan risiko hipertensi pulmonal, suatu kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan ireversibel ke paru-paru. Oleh karena itu, semua bayi dengan sindrom down harus dievaluasi oleh seorang ahli jantung pediatrik.

Sekitar setengah dari semua anak-anak dengan down sindrome juga memiliki masalah dengan pendengaran dan penglihatan. Kehilangan pendengaran dapat berhubungan dengan penumpukan cairan di telinga dalam atau masalah struktural dari telinga itu sendiri. Masalah penglihatan umumnya termasuk amblyopia, penglihatan menjadi rabun, dan peningkatan risiko katarak. Evaluasi rutin oleh audiolog dan dokter mata diperlukan untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah sebelum mereka mempengaruhi bahasa dan keterampilan belajar.

Penyebab Osteoporosis : Faktor Genetik dan Gaya Hidup

faktor genetik dapat menjadi penyebab osteoporosis Penyebab osteoporosis dapat terjadi mulai dari genetik (dalam) hingga pengaruh gaya hidup (luar). Untuk penyebab osteoporosis karena faktor genetik tidak dapat diubah sebab merupakan bawaan dari lahir, sedangkan penyebab osteoporosis akibat pengaruh gaya hisup merupakan faktor yang dapat diubah. Faktor genetik penyebab osteoporosis anatara lain riwayat keluarga, jenis kelamin, usia dan etnis, sedangkan faktor pengaruh gaya hidup antara lain seperti asupan nutrisi, olahraga yang teratur, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Kenapa riwayat keluarga menjadi salah satu penyebab osteoporosis? Jika seseorang memiliki salah satu anggota keluarga dengan riwayat osteoporosis maka mereka tergolong beresiko. Faktor jenis kelamin juga tak kalah pentingnya, menurut penelitian perempuan lebih mungkin untuk mengembangkan osteoporosis dibandingkan pria, hal ini erat kaitannya dengan hormon.

Salah satu hormon dominan pada wanita yaitu estrogen sangat erat kaitannya dengan penyebab osteoporosis. Estrogen melindungi tulang, jadi jika seseorang memiliki tingkat estrogen yang rendah, orang tersebut lebih berisiko untuk menderita osteoporosis. Menopause menyebabkan penurunan cepat kadar estrogen. Pada pria hormon yang bekerja seperti halnya estrogen pada wanita disebut hormon tostesteron.

Apakah ada hormon lain yang berpengaruh selain estrogen atau tostesteron? Beberapa hormon lain berperan dalam mengatur kepadatan tulang, termasuk hormon paratiroid. Mereka membantu mengatur seberapa baik seseorang menggunakan kalsium untuk pertumbuhan tulang. Tapi di lain sisi apabila terlalu banyak hormon paratiroid (hiperparatiroidisme), menyebabkan hilangnya kalsium dalam urin dengan mengorbankan tulang.

Menghindari Penyebab Osteoporosis Dengan Mengubah Gaya Hidup

Osteoporosis juga disebabkan oleh faktor-faktor yang sepenuhnya dapat di kendlikan, penyebab osteoporosis ini yang kita sebut pengaruh gaya hidup. Beberapa faktor gaya hidup yang erat kaitannya dengan penyebab osteoporosis antara lain asupan nutrisi, olahraga, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol.

Idealnya setiap hari seseorang harus mendapatkan jumlah yang tepat dari berbagai mineral dan vitamin yang mendorong pertumbuhan tulang. Apa yang di makan dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap asupan gizi termasuk kesehatan tulang. Nutrisi penting yang paling penting berperan dalam pembentukan tulang yaitu kalsium dan vitamin D. Adapun vitamin dan mineral lainnya yang ikut berperan penting antara lain fosfor, magnesium, vitamin K, vitamin B6, dan vitamin B12.

Olahraga rutin akan memperkuat tulang, apalagi jika olahraga yang dilakukan dengan kombinasi latihan beberapa tulang.Seseorang yang tidak berolahraga akan membuat tulang menjadi lemah sehingga kemungkinan osteoporosis semakin tinggi.

Kebiasaan yang sangat erat kaitannya dengan penyebab osteoporosis adalah merokok. Merokok dapat meningkatkan kesempatan untuk menderita osteoporosis dimana beberapa bahan kimia yang terkandung di dalamnya membuat lebih sulit bagi tubuh untuk menyerap kalsium, belum lagi menghambat kerja hormon estrogen di dalam tubuh. Sama halnya seperti merokok, mengkonsumsi alkoholdapat menurunkan pasokan kalsium dan penurunan kualitas penggunaan kalsium dalam tubuh. Kabar baik di semua ini, di yakini bahwa kesehatan tulang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, sehingga penyebab osteoporosis dapat dikendalikan.

3 Faktor Penting Pencegahan Osteoporosis

pencegahan osteoporosis Pencegahan osteoporosis minimal memperhatikan tiga faktor penting untuk menjaga tulang sehat sepanjang hidup, yaitu jumlah kalsium, jumlah vitamin D, dan olahraga yang teratur. Kalsium sangat penting untuk menjaga tulang yang kuat. Asupan yang disarankan kalsium setidaknya 700mg sehari (setara dengan satu liter susu). Kalsium juga dapat ditemukan dalam sejumlah makanan yang berbeda, termasuk sayuran hijau, buah, tahu dan yoghurt.

Jumlah kalsium harian dari asupan makanan dan suplemen yang Anda butuhkan untuk tetap sehat dalam upaya pencegahan osteoporosis menurut rekomendasi Institute of Medicine (IOM):

  • · < 1 tahun : 210-270 miligram (mg)
  • · Usia 1 sampai 3 tahun : 500 mg
  • · Usia 4 sampai 8 tahun : 800 mg
  • · Usia 9 sampai 18 tahun : 1.300 mg
  • · Usia 19 sampai 50 tahun : 1.000 mg
  • · < 51 tahun : 1.200 mg

Jika merasa sulit untuk mendapatkan cukup kalsium apabila merencanakan untuk diet, mempertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium. IOM merekomendasikan mengkonsumsi tidak lebih dari 2.500 mg kalsium harian untuk mencegah osteoporosis.

Mendapatkan vitamin D yang cukup sama pentingnya untuk kesehatan tulang seperti halnya kalsium. Para ilmuwan belum tahu dosis harian yang optimal vitamin D, tapi itu aman bagi siapa saja yang yang berusia 1 tahun keatas untuk mengkonsumsi hingga 2.000 unit internasional (IU) sehari. Para ahli umumnya merekomendasikan bahwa orang dewasa bisa mengkonsumsi antara 400 hingga 1.000 IU setiap hari untuk kebutuhan dan pencegahan oseteoporosis.

Cara mencegah osteoporosis yang sangat di rekomendasikan adalah dengan olahraga yang teratur. Olahraga dapat membantu Anda membangun tulang yang kuat dan keropos tulang lambat. Olahraga angkat beban dapat meningkatkan massa tulang pada wanita premenopause dan membantu untuk mempertahankan kepadatan tulang bagi wanita setelah menopause. Aktivitas fisik mengurangi risiko patah tulang pinggul pada wanita yang lebih tua sebagai akibat dari kekuatan otot meningkat. Kebanyakan ahli merekomendasikan olahraga selama minimal 30 menit tiga kali per minggu.

Faktor Lain dalam Pencegahan Osteoporosis

Selain berolahraga, untuk mencegah osteoporosis sebaiknya juga hindari merokok dan konsumsi alkohol dalam rangka pencegahan osteoporosis. Diketahui merokok meningkatkan pengeroposan tulang sedangkan alkohol menurunkan pembentukan tulang dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Itulah sebabnya merokok dan konsumsi alkohol merupakan tergolong faktor resiko terjadinya osteoporosis. Satu studi menyarankan bahwa wanita yang merokok satu bungkus per hari sepanjang masa dewasa memiliki pengurangan 5 sampai 10 persen pada kepadatan tulang dengan menopause, mengakibatkan peningkatan risiko fraktur.

Oleh beberapa orang, ada juga yang membatasi konsumsi kafein dan garam dalam mencegah osteoporosis. Namun, membatasi kafein atau garam belum terbukti untuk mencegah keropos tulang pada orang yang mengkonsumsi jumlah kalsium yang cukup.

Komplikasi Osteoporosis : Waspadai Patah Tulang (Fraktur)

komplikasi osteoporosis Komplikasi osteoporosis bukanlah hal yang jarang terjadi pada penderita osteporosis, hal ini terjadi karena umumnya gejala osteoporosis baru terlihat ketika penderita sudah dalam tahap lanjut sehingga diagnosis sulit diketahui secara dini kecuali pasien sering melakukan medical check-up. Osteoporosis merupakan sebuah penyakit di mana tulang mulai kehilangan kepadatan mereka mengarah ke peningkatan yang signifikan dalam risiko untuk patah tulang, osteoporosis dapat menyebabkan komplikasi berat yang meningkatkan morbiditas dan kematian setelah patah tulang.

Semakin tua seseorang, semakin beresiko mereka untuk menderita osteoporosis dan komplikasi osteoporosis semakin rentan bagi mereka yang berusia lanjut. Seiring bertambahnya usia tulang, unsur-unsur penting seperti kolagen, protein, dan kalsium yang semuanya bertanggung jawab untuk membantu memperkuat tulang dan mencegah patah tulang semakin berkurang.

Fraktur adalah komplikasi yang paling sering dan serius sebagai dampak osteoporosis. Mereka sering terjadi pada tulang belakang atau pinggul, tulang yang secara langsung mendukung berat badan. Patah tulang pinggul sering hasil dari riwayat jatuh. Meskipun kebanyakan orang relatif baik dengan pengobatan bedah modern, patah tulang pinggul dapat menyebabkan kecacatan dan bahkan kematian akibat komplikasi pasca operasi, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Seperti halnya pinggul, pergelangan tangan terkadang juga terjadi fraktur akibat riwayat jatuh. Dalam beberapa kasus, patah tulang belakang dapat terjadi bahkan jika seseorang tidak jatuh sekalipun! Fraktur kompresi dapat menyebabkan sakit parah dan memerlukan pemulihan yang lama.

Bagi seseorang yang telah didiagnosis dengan osteoporosis berada pada resiko tertinggi untuk patah tulang yang terkait dengan hilangnya kepadatan tulang dan kekuatan. Patah tulang pada seseorang sebagai dampak osteoporosis bisa terjadi bahkan dari cedera paling kecil. Kabar buruknya, umumnya komplikasi osteoporosis ini diketahui setelah terjadi fraktur pada penderita yang terserang.

Komplikasi Osteoporosis dan Prognosisnya

Mereka yang paling berisiko untuk patah tulang akibat dampak osteoporosis di masa depan adalah mereka yang telah menderita osteoporosis di masa lalu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bagi wanita postmenopause yang telah mengalami patah tulang belakang dalam 12 bulan sebelumnya juga akan mengalami patah tulang berikutnya dalam 12 bulan mendatang. Hal tersebut adalah statistik yang agak serius dan menjadi alasan bahwa manajemen perawatan dini dan agresif osteoporosis harus dilakukan sesegera mungkin. Dengan pengobatan agresif dan jangka panjang ditujukan agar penderita dapat secara signifikan mengurangi risiko untuk patah tulang yang terkait dengan osteoporosis.

Komplikasi osteoporosis sangat terkait dengan morbiditas dan mortalitas kelompok masyarakat. Beberapa orang yang menderita osteoporosis juga menderita nyeri, penurunan kualitas hidup, dan untuk beberapa orang bahkan cacat permanen. Sering kali bagi mereka yang menderita dari fraktur osteoporosis mereka tidak pernah sepenuhnya pulih.

Gejala Osteoporosis

fraktur bisa saja menjadi gejala osteoporosis Gejala Osteoporosis pada awal perjalanan penyakit umumnya menimbulkan nyeri tumpul di tulang atau otot, nyeri punggung yang sangat rendah atau nyeri leher. Kemudian pada perjalanan penyakit selanjutnya, nyeri tajam bisa datang tiba-tiba. Rasa sakit tidak menjalar (menyebar ke daerah lain), selain itu mungkin gejala osteoporosis ini diperparah oleh aktivitas berat pada daerah yang terkena tanda-tanda osteoporosis dan umumnya mulai mereda dalam satu minggu. Nyeri oleh karena gejala osteoporosis ini bisa dirasakan lama lebih dari tiga bulan.

Orang dengan gejala osteoporosis biasanya tidak ingat riwayat jatuh atau trauma lain yang mungkin menyebabkan patah tulang, misalnya di tulang belakang atau kaki. Fraktur kompresi tulang belakang dapat mengakibatkan berkurangnya tinggi badan dengan postur bungkuk. Fraktur di tempat lainseperti pinggul atau tulang pergelangan tangan biasanya disebabkan karena pernah jatuh.

Secara umum, tidak ada gejala pada tahap awal karena penyakit biasanya berkembang secara bertahap. Inilah mengapa osteoporosis dikenal sebagai “penyakit diam”. Ketika gejala memang terjadi, mereka dapat bervariasi tergantung pada individu, keparahan, dan faktor lainnya.

Ciri-ciri osteoporosis pada umumnya adalah fraktur pergelangan tangan, tulang belakang atau pinggul. Fraktur umumnya terjadi ketika penyakit ini sudah dalam tahap lanjut, di mana penipisan tulang yang parah dan kerusakan sudah terjadi. Pada tahap akhir, gejala osteoporosis dapat meliputi:

· Sakit punggung (semakin parah jika telah terjadi patah tulang)

· Nyeri tulang (atau biasa orang awam kenal dengan sensasi ngilu)

· Fraktur

· Tinggi berkurang (akibat pembungkukan tulang), Postur bungkuk (kifosis)

· Sakit leher (semakin parah jika terjadi patah tulang belakang)

Waspadai Gejala Osteoporosis!

Banyak orang bingung membedakan antara osteoporosis dengan arthritis dan umumnya mereka yang terkena osteoporosis namun menyangka dirinya terkena arthritis menunggu gejala seperti pembengkakan dan nyeri sendi terjadi sebelum berkonsultasi ke dokter. Namun, mekanisme yang menyebabkan radang sendi sangat berbeda dari yang pada osteoporosis, padahal gejala osteoporosis akan baru disadari ketika sudah dalam tahap lanjut.

Pada tahap lanjut dimana terjadi kehilangan tulang yang lebih cepat dibandingkan pembentukan tulang baru secara drastis akan sangat mudah diketahui seseorang terkena osteoporosis. Patah tulang (vertebra/tulang punggung, pinggul, lengan, dan tulang lainnya) ini sering terjadi setelah trauma, seperti membungkuk, mengangkat, melompat, atau jatuh dari posisi berdiri.

Yang perlu dicegah adalah sakit, cacat, dan kelemahan yang umum pada tahap terakhir dari penyakit osteoporosis. Fraktur kompresi tulang belakang awal mungkin tidak terdeteksi untuk waktu yang lama, tapi setelah sebagian besar kalsium telah hilang, tulang belakang mulai runtuh, secara bertahap menyebabkan postur bungkuk disebut kifosis. Meskipun hal ini biasanya tidak nyeri, kifosis menyebabkan pasien berkurang tinggi badannya dan hilang rasa percaya diri.

Sindrom Nefrotik Pada Anak

sindrom nefrotik pada anak Sindrom nefrotik pada anak merupakan salah satu kausa yang sangat banyak dijumpai pada rumah sakit. Sindrom nefrotik juga disebut nephrosis, nefrotik syndrom, dan lain sebagainya. Istilah nefrotik sindrom pada anak menggambarkan kondisi di mana ginjal bocor dalam jumlah besar dan kandungan abnormal dari protein dalam urin yang cenderung meningkat (tinggi). Ketika protein hilang dalam urin menyebabkan bengkak atau pembengkakan (edema), antara lain pada daerah kelopak mata kaki dan pergelangan kaki, tidak jarang juga pada bagian perut. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan masalah dengan pernapasan, asupan makanan dan infeksi.

Sindrom nefrotik pada anak biasanya didiagnosis dengan mengenali tiga temuan pembengkakan (edema), tinggi kadar protein dalam urin (proteinuria), dan rendahnya tingkat protein (albumin) dalam darah (hipoalbuminemia).

Onset serangan dari sindrom nefrotik dapat menjadi pengalaman mengganggu bagi orang tua dan anak. Karena pembengkakan cenderung berkembang secara perlahan, tidak dapat diketahui segera. Pada saat diagnosis dibuat oleh dokter, anak mungkin sudah mengalami pembengkakan yang luar biasa sehingga perlu dirawat di rumah sakit. Kebanyakan anak merespons sangat baik untuk pengobatan sindrom nefrotik dan meskipun kebanyakan anak memiliki serangan lebih lanjut dari penyakit, prognosis jangka panjang bagi kebanyakan anak-anak sangat baik.

Kasus dan Penyebab Sindrom Nefrotik Pada Anak

Sindrom nefrotik dapat terkena pada usia berapa pun, tetapi biasanya dimulai antara usia dua hingga lima tahun dimana kelompok jenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Sindrom nefrotik pada anak adalah kondisi langka yang mempengaruhi sekitar 16 dari setiap 100.000 anak-anak pada waktu tertentu

Hingga saat ini, penyebab pasti sindrom nefrotik tidak diketahui dan tidak dapat dicegah. Namun, penelitian hingga sampai sekarang sedang berlangsung dan peneliti berusaha untuk mengembangkan pengobatan yang semakin efektif. Apa yang kita tahu adalah bahwa sindrom nefrotik biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh dari waktu ke waktu. Ketidakseimbangan ini menyebabkan zat kimia tertentu untuk mengganggu filter dari ginjal-ginjal. Filter ini mulai memungkinkan protein bocor ke dalam urin.

Kebanyakan anak akan memiliki minimal riwayat kambuh atau kekambuhan protein dalam urin satu kali atau lebih. Setiap kekambuhan akan membutuhkan pengobatan steroid lebih lanjut. Secara umum, pengobatan steroid untuk kambuh adalah untuk waktu yang lebih pendek dari pengobatan awal pada saat diagnosis sindrom nefrotik. Jika terdiagnosis nefrotik sindrom pada anak, mereka biasanya memiliki frekuensi kambuh lebih sering, sehingga diperlukan konsumsi dosis kecil obat steroid pada hari alternatif untuk mencegah relaps. Hal ini biasanya disebut pengobatan pemeliharaan. Untuk kasus minimal change disease (penyakit nefrotik sindrom yang paling banyak kasusnya) tidak memiliki risiko gagal ginjal sehingga baik pengobatan maupun perawatannya memiliki perbedaan.

Gambaran Umum Mengenai Sindrom Nefrotik

pembengkakan pada sindrom nefrotik Sindrom nefrotik dapat terjadi pada usia berapapun tetapi paling umum antara usia 1-1/2 dan 8 tahun. Penyakit ini lebih namyak mempengaruhi anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Beberapa istilh lain yang sering digunakan untuk sindrom nefrotik antara lain nefrotik syndrom, sindroma nefrotik, nefrotik syndrom, dan lain sebagainya. Seorang anak dengan sindroma nefrotik memiliki tanda-tanda ini antara lain tingginya kadar protein dalam urin, rendahnya tingkat protein dalam darah, pembengkakan akibat penumpukan garam dan air.

Perlu menjadi catatan bahwa nefrotik syndrom bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi tanda pertama dari penyakit yang merusak unit penyaringan darah kecil (glomeruli) di ginjal dimana urin dibuat. Nefrotik sindrom merupakan penyakit yang berhubungan dengan ginjal, dimana kita ketahui bahwa orgna kecil yang disebut ginjal berperan dalam membersihkan darah dengan menyaring kelebihan air dan garam dan produk-produk limbah dari makanan. Ginjal yang sehat menjaga protein dalam darah, yang membantu darah menyerap air dari jaringan. Tapi ginjal dengan filter yang rusak mungkin membiarkan kebocoran protein ke urin. Akibatnya, tidak cukup protein yang tersisa di dalam darah untuk menyerap air. Air yang kemudian bergerak dari darah ke jaringan tubuh inilah yang akhirnya menyebabkan pembengkakan.

Pembengkakan yang terjadi pada penderita sindrom nefrotik dapat terjadi di sekitar mata, perut, dan kaki. Sangat umum terjadi pada penderita nefrotik sindrom buang air kecil lebih sering daripada biasanya. Hal ini merupakan kelainan fisiologis yang wajar bagi penderita sindrom nefrotik.

Pemeriksaan yang Dibutuhkan Untuk Mendiagnosis Sindrom Nefrotik

Untuk mendiagnosa nefrotik syndrom anak, dokter mungkin meminta sampel urin untuk memeriksa protein. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kadar protein yang tinggi dalam urin merupakan tanda dari penyakit sindroma nefrotik.

Selain urin, tim medis (dokter) juga biasanya mengambil sampel darah untuk melihat seberapa baik ginjal menghilangkan limbah. Ginjal yang sehat menghilangkan kreatinin dan nitrogen urea dari darah. Jika darah mengandung kadar tinggi dari produk limbah, beberapa kerusakan ginjal mungkin sudah terjadi. Tapi kebanyakan anak dengan sindrom nefrotik tidak memiliki kerusakan ginjal permanen.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin ingin memeriksa sepotong kecil dari ginjal anak di bawah mikroskop untuk melihat apakah ada zat yang menyebabkan sindroma nefrotik ini. Prosedur pengumpulan sampel jaringan kecil dari ginjal disebut biopsi, dan biasanya dilakukan dengan jarum panjang melewati kulit. Anak akan terjaga selama prosedur dan menerima obat penenang dan obat penghilang rasa sakit lokal di lokasi masuknya jarum. Anestesi umum digunakan dalam kasus yang sangat jarang di mana operasi terbuka diperlukan. Anak akan menginap di rumah sakit untuk beristirahat dan memungkinkan tim perawatan kesehatan untuk memastikan bahwa tidak ada masalah terjadi.

Bentuk paling umum dari sindrom nefrotik pada anak disebut Minimal Change Disease. Sampai saat ini, belum diketahui pasti apa penyebabnya. Kondisi ini disebut minimal change disease karena anak-anak dengan bentuk sindrom nefrotikini memiliki hasil biopsi normal atau mendekati normal.

Pada sekitar 20 persen anak-anak dengan sindrom nefrotik, biopsi ginjal menunjukkan jaringan parut atau deposito di glomerulus. Kedua paling umum penyakit yang merusak unit-unit penyaringan kecil yang glomerulosklerosis focal segmental (FSGS) dan glomerulonefritis membranoproliferative (MPGN). Sangat jarang kasus dimana seorang anak dapat lahir dengan kondisi yang menyebabkan sindrom nefrotik atau nefropati kongenital.

Karena prednison kurang efektif dalam mengobati penyakit ini daripada dalam mengobati penyakit minimal change disease, dokter mungkin menggunakan terapi tambahan, termasuk agen sitotoksik. Pengalaman baru dengan kelas obat yang disebut ACE inhibitor (jenis obat tekanan darah) menunjukkan bahwa obat ini membantu mencegah protein dari bocor ke dalam urin dan menjaga ginjal tidak rusak pada anak-anak dengan sindrom nefrotik.

Sangat Penting untuk menghubungi dokter atau tim medis profesional untuk berkonsultasi terutama dalam pengobatan sindrom nefrotik, sebab pengobatan sindrom nefrotik memiliki protokol yang diakui secara universal. Selain itu perawatan untuk nefrotik sindrom ini umumnya memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Penyebab Tipes

s thypi: bakteri penyebab tipus Penyebab Tifus / tipes / demam thypoid adalah bakteri yang dikenal dengan nama Salmonella Thypi (S. Thypi) yang menyebabkan penyakit akut berhubungan dengan demam dan gejala-gejala lainnya yang menyertai. Selain itu penyebab penyakit tipes juga dapat disebabkan oleh Salmonella paratyphi, bakteri terkait yang biasanya menyebabkan penyakit yang kurang parah. Bakteri S. Thypi berada dalam air atau makanan oleh operator manusia dan kemudian menyebar ke orang lain di daerah tersebut.

Pada negara-negara maju yang memiliki kesejahteraan kesehatan yang cukup sangat menyarankan jika bepergian ke daerah endemik penyebab penyakit tipes untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan bahkan vaksinasi untuk demam tipes. Hal tersebut masih sangat minim dilakukan oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia dalam menanggulangi merebaknya penyebab tipes.

Penyebaran penyakit tipes diberbagai negara pun sangat mudah untuk di identifikasi. Negara-negara dengan tingkat sanitasi dan lingkungan yang buruk umumnya memiliki prevalensi penyebab penyakit tipes yang tinggi. Sebaliknya, pada negara yang modern dengan tingkat sanitasi dan lingkungan yang bersih umumnya memiliki tingkat prevalensi penyebab sakit tipes yang rendah. Oleh sebab itu, penting sebuah pengelolaan kebersihan negara yang baik dalam menanggulangi penyebaran tipes.

Bagaimana Seseorang Tertular Penyebab Tipes?

Penyebab sakit tipes tertular oleh karena menelan bakteri dalam makanan atau minum minuman yang terkontaminasi. Pasien dengan penyakit akut dapat mencemari pasokan air di sekitarnya melalui tinja yang mengandung konsentrasi tinggi dari bakteri. Sekitar 3% -5% pasien menjadi pembawa (vektor) bakteri setelah penyakit akut. Beberapa pasien menderita penyakit yang sangat ringan yang berlangsung dimana mereka bisa menjadi pembawa pembawa bakteri jangka panjang. Bakteri berkembang biak di kantong empedu, saluran empedu, atau hati dan masuk ke usus. Bakteri penyebab tipes dapat bertahan selama berminggu-minggu dalam air atau limbah kering.

Setelah menelan makanan atau minum minuman yang terkontaminasi, bakteri Salmonella menyerang usus kecil dan memasuki aliran darah sementara. Bakteri yang dibawa oleh sel darah putih di hati, limpa, dan sumsum tulang. Bakteri kemudian masuk melalui sel-sel organ-organ dan masuk kembali ke aliran darah. Pasien mengalami gejala, termasuk demam, ketika organisme berada dalam aliran darah. Bakteri menyerang kandung empedu, sistem empedu, dan jaringan limfatik usus dan berkembang biak dalam jumlah tinggi pada lokasi tersebut. Bakteri masuk ke dalam saluran usus dan dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan klinis di laboratorium, bahkan tak jarang dokter melakukan hal tersebut dalam melakukan penegakan diagnosis.

Peningkatan terjadi pada minggu ketiga dan keempat pada mereka tanpa komplikasi. Sekitar 10% pasien memiliki gejala berulang (kambuh) setelah merasa lebih baik selama satu sampai dua minggu. Kondisi yang sangat umum terjadi kambuh ketika seseorang dirawat dengan diberikan antibiotik.

Mengobati Tipes

Antibiotik untuk mengobati tipes Mengobati tipes (atau yang biasa disebut demam tipes) merupakan hal yang sudah tidak jarang dalam dunia kesehatan karena penelitian dan perkembangannya masih terus meningkat hingga sampai saat ini. Demam tipes juga disebut demam enterik, hal ini terjadi karena dalam pengobatan tipes terdapat keterlibatan usus dan dapat menjadi sangat serius jika penyembuhan tipes tidak diberikan kepada pasien pada waktu yang tepat. Demam tipes memiliki kecenderungan untuk kambuh kembali dan cara mengobati tipes sangat bergantung pada prognosis atau seberapa parah gejala telah berlangsung. Hal ini kadang-kadang disertai dengan batuk serak dan sembelit atau diare.

Demam tipes terutama ditularkan oleh konsumsi makanan atau air yang tercemar dari orang yang terinfeksi. Sekarang vaksin untuk demam tipes juga tersedia, tetapi vaksin ini tidak begitu efektif dan hanya biasanya diperuntukkan bagi orang-orang yang mungkin terkena penyakit atau bepergian ke daerah di mana daerah yang akan dikunjungi merupakan daerah endemik demam tipes. Tidak ada vaksin yang telah ditemukan sampai tanggal untuk demam paratipes.

Bagaimana Penyebaran dan Cara Mengobati Tipes?

Demam tipes tampaknya telah mempengaruhi ribuan manusia dari tahun ke tahun semakin banyak, namun penyebab penyakit adalah bakteri beracun dan interruptive yang dikenal Salmonella typhi (S. Thypi). Demam tipes terutama menyebar ketika orang makan air makanan atau minuman yang sudah terinfeksi dengan S. typhi. Bakteri ini hanya hidup di manusia dibawa oleh aliran darah dan saluran usus.

Lalu, bagaimana cara mengobati tipes? Seperti pada artikel kami sebelumnya, pengobatan tipes di lakukan dengan mengurangi gejala. Pasien dapat diberikan antibiotik untuk mengobati tipes dan pada umumnya mereka mulai merasa lebih baik setelah 2 hari dan kemungkinan kematian jarang terjadi. Orang yang tidak mendapatkan penyembuhan tipes secara berkala mungkin terus mengalami demam selama beberapa minggu atau bulan, dan sebanyak 20% mungkin meninggal karena komplikasi infeksi.

Berikut beberapa tindakan medis yang dapat diberikan (perlu menjadi catatan bahwa keterangan dibawah hanya merupakan referensi semata, tindakan medis yang terbaik adalah mengubungi dokter atau tim medis untuk diagnosa dan penatalaksanaan yang tepat, sebab pengobatan tipes tergantung pada gejala subjektif atau objektif pasien)

Di Amerika Serikat, dokter sering meresepkan siprofloksasin untuk mengobati tipes pada orang dewasa tidak hamil. Ceftriaxone (antibiotik injeksi) adalah sebuah alternatif untuk perempuan yang hamil dan untuk anak-anak yang tidak mungkin mengkonsumsi siprofloksasin. Obat ini dapat menyebabkan efek samping, dan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan perkembangan strain resisten antibiotik bakteri.

Dulu obat pilihan untuk demam tipes adalah kloramfenikol, namun dokter umum tidak lagi menggunakannya karena efek samping, tingkat kekambuhan tinggi dan resistensi bakteri. Bahkan, keberadaan bakteri resisten antibiotik merupakan masalah yang berkembang dalam pengobatan tifus, terutama di negara berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, S. typhi juga telah terbukti tahan terhadap trimetoprim-sulfametoksazol dan ampisilin.

Langkah-langkah penyembuhan tipes lain yang bertujuan mengelola gejala-gejala termasuk:

  • Minum cairan. Ini membantu mencegah dehidrasi yang dihasilkan dari demam dan diare berkepanjangan.
  • Makan makanan yang sehat berkalori tinggi dapat membantu menggantikan nutrisi yang hilang ketika sakit.

Gejala Tipes

gejala tipes Gejala Tipes terjadi sekitar 3 sampai 60 hari ketika seseorang terinfeksi dengan bakteri Salmonella typhi (S. Thypi) dimana bakteri mulai berkembang biak dan menyebar ke aliran darah. Periode antara masa infeksi dan awal gejala ini disebut periode inkubasi demam tipes. Gejala tipes akan bervariasi setiap orang. Beberapa orang mungkin memiliki gejala ringan, sementara orang lain bisa memiliki gejala yang serius, termasukbahkan pada kasus yang sangat berat dimana gejala penyakit tipes menunjukkan prognosis buruk dapat berujung pada kematian.

Ciri ciri tipes secara umum hampir mirip dengan gejala-gejala yang ditimbulkan dengan penyakit lain, antara lain demam sekitar 39-104° C, ruam datar (dengan bintik merah), lelah, sakit kepala, sakit perut, kehilangan nafsu makan, penurunan denyut jantung, sembelit, dan hidung berdarah (mimisan).

Jika seseorang yang tidak menerima pengobatan demam tipes, demam tinggi dapat terus menerus berlangsung selama empat sampai delapan minggu. Gejala tipes lain yang mungkin muncul pada seseorang yang tidak diobati antara lain pendarahan usus, kehilangan nafsu makan yang drastis, penurunan berat badan, osteomyelitis, hepatitis, meningitis, bronkitis, pneumonia, radang sendi, parotitis, orchitis dan pada kasus berat yang berlangsung lama tidak menutup kemungkinan kasus kematian terjadi.

“bagaimana membedakan gejala tipes” akan dijelaskan di halaman selanjutnya:

Informasi Kesehatan : Penyebab Hernia

salah satu kondisi yang menjadi penyebab hernia Penyebab hernia terjadi ketika isi rongga tubuh keluar tonjolan daerah tempat mereka biasanya terkandung. Hernia sendiri mungkin asimtomatik (tidak menghasilkan gejala) atau menyebabkan sedikit sakit parah. Hampir semua penyebab hernia memiliki potensi risiko gagal menyuplai darah (menjadi strangulasi). Ketika isi tonjolan hernia keluar, dapat menyebabkan tekanan yang menyebabkan suplai darah terputus. Jika suplai darah terputus pada pembukaan hernia pada dinding perut, itu menjadi darurat medis dan diperlukan tindakan bedah sebagai jaringan kebutuhan oksigen yang diangkut oleh suplai darah.

Patomekanisme Penyebab Hernia

Meskipun penyebab hernia pada daerah perut dapat mulai berkembang pada saat lahir, namun ada juga bayi yang lahir normal mengembangkan hernia di kemudian hari. Beberapa kausus terjadi selama perkembangan janin, bukaan yang ada di rongga perut, atau daerah perut dinding jika terjadi kelemahan akibat kondisi tertentu.

Setiap kondisi yang meningkatkan tekanan rongga perut dapat berkontribusi untuk pembentukan atau memburuknya penyebab hernia. Contohnya termasuk obesitas, mengangkat benda-benda berat, batuk, mengejan saat buang air besar atau buang air kecil, penyakit paru-paru kronis, dan cairan dalam rongga perut. Riwayat keluarga pada penyakit hernia merupakan faktor predisposisi terjadinya hernia walaupun bukan faktor utama.

Kebanyakan hernia berkembang di dinding perut, yang berlangsung dari tepat di bawah tulang dada ke dalam pangkal paha. Sebagai contoh, dinding ini mirip dengan karet di ban: mengelilingi dan melindungi organ-organ, dengan cara yang sama ban mengelilingi dan melindungi tabung berisi udara di dalamnya.

Hernia akan lebih berkembang pada bagian dinding perut bawah. Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa hal ini terjadi, salah satunya daerah dinding perut bagian bawah akan sangat lebih lemah saat lahir. Suatu daerah dinding perut melemah dari waktu ke waktu karena stres fisik, cedera, kehamilan, atau penuaan.

Tidak peduli apa penyebab hernia, adalah penting untuk rujukann dokter untuk evaluasi medis. Perlu menjadi catatan, hernia tidak akan membaik dengan sendirinya atau sembuh sendiri. Bahkan, mereka biasanya tumbuh lebih besar dan lebih buruk tanpa adanya intervensi medis.

Waspadai Hernia Inguinalis

hernia-inguinalis Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan lunak (biasanya bagian dari usus) menonjol melalui suatu titik yang lemah atau robekan pada dinding perut bawah. Tonjolan yang dihasilkan dapat menyakitkan terutama ketika batuk, membungkuk atau mengangkat benda berat. Hernia inguinalis dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Untuk alasan ini, dokter kemungkinan akan merekomendasikan bedah perbaikan hernia inguinalis. Selain hernia inguinalis ada juga jenis hernia lainnya seperti hernia scrotalis, hernia diafragmatika, hernia insisional, hernia epigastrik, dan lain sebagainya.

Beberapa hernia inguinalis tidak menimbulkan gejala apapun (asimptomatik), dan mungkin penderitanya tidak tahu telah terkena hernia inguinalis. Seseorang dapat melihat dan merasakan tonjolan yang diciptakan oleh usus menonjol akibat hernia inguinalis. Tonjolan ini biasanya lebih jelas ketika berdiri tegak, terutama jika batuk atau regangan.

Gejala dan Penyebab Hernia Ingunalis

Gejala hernia inguinalis yang dapat ditemukan antara lain tonjolan di daerah inguinal (pangkal paha/selangkangan) di kedua sisi tulang kemaluan, sensasi terbakar atau nyeri pada tonjolan, nyeri atau ketidaknyamanan di pangkal pah, terutama ketika membungkuk, batuk atau mengangkat, sensasi berat atau menyeret di pangkal paha, tekanan di pangkal paha, kadang-kadang pada pria, rasa sakit dan bengkak pada skrotum sekitar testis ketika usus menonjol turun ke dalam skrotum (perlu diketahui bahwa hal ini beda dengan hernia scrotalis)

Hernia inguinalis pada bayi baru lahir dan anak-anak akibat dari kelemahan pada dinding perut yang hadir pada saat lahir. Kadang-kadang hernia dapat terlihat hanya ketika bayi menangis, batuk atau mengejan saat buang air besar. Pada anak yang lebih tua, hernia mungkin akan lebih terlihat saat batuk.

Beberapa hernia inguinalis tidak memiliki penyebab yang jelas. Tapi banyak terjadi sebagai akibat dari peningkatan tekanan dalam perut, kelemahan di dinding perut, kombinasi peningkatan tekanan dan kelemahan dinding perut, mengangkat beban berat, terdapat cairan di perut (asites), kehamilan, kelebihan berat badan (obesitas), batuk kronis, dan lain-lain.

Pada banyak orang, kelemahan dinding perut yang mengarah ke hernia inguinalis terjadi saat lahir ketika lapisan perut (peritoneum) tidak menutup dengan benar. Hernia inguinalis lain berkembang di kemudian hari ketika otot-otot melemah atau memburuk karena faktor-faktor seperti penuaan, aktivitas fisik berat atau batuk akibat merokok.

Mengetahui Gejala Hernia

gejala hernia berdasarkan tipe hernia Gejala hernia terjadi ketika isi rongga tubuh keluar menyebabkan tonjolan daerah tempat mereka biasanya terkandung. Gejala penyakit hernia memiliki kemungkinan asimptomatik (tidak menghasilkan gejala). Hampir semua jenis maupun gejala hernia memiliki potensi risiko untuk memotong aliran suplai darah, yaitu keadaan dimana ketika tonjolan (dari gejala hernia) keluar dapat menyebabkan tekanan yang cukup sehingga pembuluh darah pada lokasi anatomis yang terkena hernia menjadi terbatas suplai darahnya bahkan pada kondisi yang gawat suplai darah terputus. Jika suplai darah terputus pada pembukaan hernia di dinding perut, pembedahan jaringan untuk kebutuhan oksigen yang diangkut oleh suplai darah harus segera dilakukan.

Tanda tanda hernia dan gejala hernia dapat berkisar hanya dari melihat benjolan pada daerah sekitar dinding abdomen (perut) apakah tonjolan tersebut tidak menyakitkan, sangat menyakitkan, mengalami bengkak jaringan dan lain sebagainya. Jenis penyakit hernia didasarkan pada letak anatomis yang terserang, dimana jenis tersebut memiliki tanda tanda hernia dan gejala hernia yang berlainan.

Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

Hernia femoralis: femoralis lokasi dimana terdapat arteri femoralis, vena, dan saraf yang meninggalkan rongga perut untuk memasuki paha. Ciri ciri hernia femoralis adalah penyakit hernia ini menyebabkan tonjolan persis di bawah lipatan di sekitar inguinalis daerah pertengahan paha. Biasanya terjadi pada wanita, hernia femoralis sangat berisiko menjadi tidak dapat direduksi (tidak dapat didorong kembali ke tempatnya) dan tercekik. Tidak semua hernia yang dapat direduksi dan tercekik, tetapi semua hernia yang direduksi perlu dievaluasi oleh penyedia perawatan kesehatan.

Hernia umbilical: hernia jenis umum (10% -30%), ciri ciri hernia ini adalah sering tercatat pada saat lahir sebagai tonjolan di pusar (umbilikus). Hal ini disebabkan ketika sebuah lubang di dinding perut, yang biasanya menutup sebelum kelahiran, tidak menutup sepenuhnya. Jika kecil (kurang dari setengah inci), jenis penyakit hernia ini biasanya menutup pada usia 2 tahun secara bertahap. Jika hernia lebih besar dari itu dan tidak mengalami proses penutupan sendiri memerlukan operasi pada usia 2-4 tahun. Jika daerah tersebut ditutup pada lahir, hernia umbilikalis dapat muncul di kemudian hari.

Hernia insisional: pembedahan perut menyebabkan cacat pada dinding perut. Cacat ini dapat menciptakan area kelemahan dimana gejala hernia dapat berkembang. Hal ini terjadi 2% -10% dari semua operasi perut menyebabkan munculnya gejala penyakit hernia

Hernia Spigelian: Hernia ini jarang terjadi di sepanjang tepi dari otot rektus abdominus melalui fasia spigelian, yang beberapa inci ke sisi tengah perut.

Hernia obturatorius: hernia ini sangat jarang berkembang terutama pada wanita. Gejala hernia jenis ini menonjol dari rongga panggul melalui sebuah lubang di tulang panggul (foramen obturatorius).

Hernia epigastrik: Terjadi antara pusar dan bagian bawah tulang rusuk di garis tengah perut, tanda tanda hernia epigastrium adalah penyakit hernia ini biasanya terdiri dari jaringan lemak dan jarang mengandung usus.

Artikel Kesehatan : Penyakit Paru Paru

penyakit paru paru menyerang organ paru paru Penyakit paru paru adalah beberapa kondisi medis yang paling umum di seluruh dunia. Organ paru paru merupakan organ yang kompleks, setiap hari berfungsi untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. penyakit yang menyerang paru paru dapat berupa hasil dari masalah dalam bagian manapun dari sistem ini. Penyakit pada paru paru sangat mempengaruhi jalan napas mulai dari trakea (tenggorokan) yang bercabang menjadi bronkus, yang pada gilirannya menjadi semakin kecil (alveoli) menuju seluruh paru-paru.

Penyakit paru paru dapat mempengaruhi saluran udara. Sakit paru paru yang umum dikenal pada masyarakat meliputi asma, PPOK (penyakit Obstruktif Kronis), Bronkitis (akut dan kronis), Emfisema, fibrosis kistik, tuberculosis / tbc / tb, kanker paru paru, dll. Penyakit pada paru paru yang disebutkan tadi tergantung organisme dan letak kelainan/infeksi yang terjadi.

Pembagian Jenis Penyakit Paru Paru

Berikut ini macam macam penyakit paru paru:

1. Penyakit Paru Paru Yang Mempengaruhi Alveoli

Alveoli merupakan percabangan terakhir yang menghubungkan bronkus dengan paru-paru. Jenis penyakit paru paru yang mempengaruhi alveoli antara lain pneumonia (disebabkan oleh infeksi bakteri), tuberkulosis (disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis), emfisema, edema paru, kanker paru, sindrom gangguan pernapasan akut, dan pneumoconiosis.

2. Penyakit Paru Paru Yang Mempengaruhi Interstitium

Interstitium adalah lapisan, tipis mikroskopis halus antara paru-paru dan alveoli. Pembuluh darah kecil dijalankan melalui interstitium dan memungkinkan pertukaran gas antara alveoli dan darah. Berbagai penyakit pada paru paru mempengaruhi interstitium antara lain penyakit paru interstitial, pneumonia, edema paru, dll.

3. Penyakit pada paru paru yang mempengaruhi pleura

Pleura adalah lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru dan garis bagian dalam dinding dada. Penyakit yang dapat timbul pada pleura antara lain efusi pleura, pneumothoraks, dan mesothelioma. Perbedaan penyakit paru-paru antara efusi pleura dan pneumothoraks terletak pada apa yang mengisi rongga pleura, jika rongga pleura diisi oleh cairan disebut dengan efusi pleura, sedangkan jika rongga pleura diisi oleh udara disebut dengan pneumothoraks.

4. Penyakit paru paru Mempengaruhi Dinding Dada

Dinding dada juga memainkan peran penting dalam bernapas. Otot menghubungkan tulang rusuk satu sama lain. Diafragma turun dengan setiap napas dalam, juga menyebabkan ekspansi dada. Macam macam penyakit paru paru yang dapat ditimbulkan pada kategori ini antara lain obesitas sindrom hipoventilasi dan Gangguan neuromuscular.

Mengenal Penyakit Paru Paru Basah

penyakit paru paru basah Paru paru basah sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis, istilah ini hanya familiar bagi masyarakat awam. Istilah paru paru basah dalam bahasa medis disebut pneumonia, yaitu infeksi satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Sebelum penemuan antibiotik, sepertiga dari semua orang yang mengembangkan paru-paru basah kemudian meninggal dari infeksi. Saat ini, Meskipun sebagian besar orang-orang yang terinfeksi penyakit paru paru basah sembuh, kira-kira 5% diantaranya memiliki prognosis buruk yang dapat berujung pada kematian. Paru-paru basah adalah penyebab utama kematian keenam di Amerika Serikat.

Beberapa kasus paru paru basah terjadi oleh karena menghirup tetesan kecil yang mengandung organisme yang dapat menyebabkan pneumonia. Tetesan ini masuk ke udara ketika seseorang terinfeksi dengan kuman melalui batuk atau bersin. Dalam kasus lain, disebabkan ketika bakteri atau virus yang biasanya hadir di mulut, tenggorokan, atau hidung tanpa sengaja memasuki paru. Biasanya, respon refleks tubuh dan sistem kekebalan tubuh mereka akan mencegah organisme disedot dari organisme penyebab paru-paru basah

Setelah organisme memasuki paru paru, mereka biasanya menetap di kantung udara dan bagian-bagian dari paru-paru di mana mereka berkembang pesat jumlahnya. Pada daerah ini paru paru kemudian menjadi terisi dengan cairan dan nanah (sel-sel inflamasi tubuh) karena tubuh berusaha untuk melawan infeksi.

Gejala dan tanda paru paru basah ditulis pada halaman selanjutnya:

Mengenal Kanker Paru Paru: Apa Itu Kanker Paru-Paru?

kanker-paru-paru Kanker paru-paru,seperti halnya jenis kanker lainnya adalah hasil dari suatu kelainan pada unit dasar tubuh kehidupan yang disebut sel. Biasanya, tubuh memelihara suatu sistem pada pertumbuhan sel sehingga sel-sel membelah untuk menghasilkan sel-sel baru hanya jika sel-sel baru diperlukan. Gangguan pertumbuhan sistem ini pada dalam tubuh tidak terkendali dan proliferasi sel-sel yang akhirnya membentuk massa yang dikenal sebagai tumor. Tumor yang telah ganas inilah yang kita sebut dengan kanker yang diberi nama sesuai lokasi terkenanya, misalnya kanker paru-paru.

Karena kanker paru-paru cenderung untuk menyebar atau bermetastasis di saat awal terbentuk, maka pengobatan kanker paru-paru tersebut akan sangat sulit dilakukan dan perlu penanganan segera. Selain itu kanker paru-paru dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh.Organ-organ tertentu terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang adalah mata rantai yang paling umum untuk metastasis kanker paru-paru.

Mengenal Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian akibat kanker baik pada pria maupun wanita di seluruh dunia.Kanker paru-paru umumnya merupakan penyakit orang tua, hampir 70% orang yang didiagnosis dengan kanker paru-paru lebih dari 65 tahun.Ada berbagai hal yang dianggap sebagai penyebab kanker paru-paru diantaranya merokok (baik itu aktif maupun pasif), polusi udara, faktor genetic, dan lain sebagainya.Diantara semua penyebab kanker paru-paru tadi, insiden kanker paru-paru sangat berkorelasi dengan merokok, dengan sekitar 90% dari kanker paru-paru timbul sebagai akibat penggunaan tembakau.Adanya penyakit tertentu paru-paru juga sangat terkait dengan peningkatan risiko perkembangan kanker paru-paru bahkan setelah efek dari merokok.

Selain faktor tembakau, fakta lain tentang kanker paru-paruseperti kerentanan genetik individumungkin memainkan peran dalam penyebab kanker paru-paru. Studi genetik terbesar kanker paru-paru pernah dilakukan, melibatkan lebih dari 10.000 orang dari 18 negara dan dipimpin oleh Badan Internasional untuk Riset Kanker (IARC), mengidentifikasi wilayah kecil di genom (DNA) yang mengandung gen yang muncul untuk memberikan peningkatan kerentanan terhadap kanker paru-paru pada perokok. Spesifik gen, terletak lengan q kromosom 15, kode untuk protein yang berinteraksi dengan racun tembakau nikotin dan lainnya (gen reseptor nicotinic acetylcholine).

Mengetahui Apa Saja Penyebab Disentri

penyebab disentri Penyebab Disentri yang paling umum adalah tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum atau tidak mencuci tangan sebelum makan. Cukup simple memang untuk penyebab disentri sebagai kasus klasik, tapi itulah kenyataannya. Secara garis besar penyebabpenyakit disentri sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup bersih.

Bakteri penyebab penyakit disentri antara lain kontak dengan bakteri Shigella dan beberapa jenis Escherichia coli (E. coli). Penyebab lain bakteri yang kurang umum dari diare berdarah termasuk infeksi Salmonella dan Campylobacter. Untuk jenis penyakit disentri amoeba, disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica (silahkan baca artikel kami sebelumnya untuk disentri amoeba).

Mikroorganisme penyebab disentri baik itu berupa bakteri maupun parasit menyebar dari orang ke orang. Hal yang sering terjadi penderita menularkan anggota keluarga untuk menyebarkannya ke seluruh anggota keluarga yang lainnya. Infeksi oleh mikroorganisme penyebab disentri ini dapat bertahan dan menyebar untuk sekitar empat minggu.

Disentri juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Negara miskin yang memiliki sistem sanitasi yang tidak memadai menunjukkan angka yang tinggi untuk kejadian kasus penyakit disentri. Frekuensi setiap patogen penyebab penyakit disentri bervariasi di berbagai wilayah dunia. Sebagai contoh, Shigellosis yang paling umum di Amerika Latin sementara Campylobacter adalah bakteri yang dominan di Asia Tenggara. Disentri jarang disebabkan oleh iritasi kimia atau oleh cacing usus.

Di halaman selenjutnya akan di jelaskan tentang mikroorganisme yang menjadi penyebab disentri: