Rangsangan Cepat Dengan Induksi Persalinan

by syakur on May 8, 2012

induksi persalinan Induksi persalinan adalah sebuah metode kedokteran untuk merangsang tanda-tanda terjadinya persalinan baik sebelum maupun lewat dari waktu persalinan normal yang biasanya telah diperhitungkan oleh dokter. Setiap ibu yang telah menanti kelahiran bayinya selama lebih dari sembilan bulan pastinya menginginkan proses kelahiran bayinya lancar dan aman sehingga ibu dan bayinya selamat. Tapi ada-ada saja hal-hal yang tidak dapat diprediksi atau kondisi-kondisi dari ibu maupun bayi yang memaksa proses kelahiran tidak berjalan seperti seharusnya. Persalinan dengan induksi biasanya dipilih oleh dokter sebagai jalan tengah yang harus diambil.

Sebab-Sebab Induksi Persalinan

Dilakukannya induksi persalinan sebenarnya memang disebabkan oleh berbagai kondisi dari ibu, bayi, atau kondisi-kondisi tertentu yang berhubungan dengan kelahiran. Ada beberapa sebab mengapa metode induksi dipilih yang sebagian besar dipilih berdasarkan kondisi kesehatan ibu, bayi, ketuban, dan masa kehamilan. Berdasarkan kondisi ibu, sebagian besar kelahiran dengan induksi dilakukan karena si ibu memiliki diabetes gestasional atau gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, dan penyakit herpes. Persalinan melalui induksi sangat dibutuhkan dalam kondidi tersebut untuk menyelamatkan si ibu. Yang kedua adalah adanya pertimbangan pada bayi yang akan berakibat fatal jika bayi berada dalam kandungan terlalu lama.

Beberapa kondisi pada bayi yang memaksa dokter menerapkan induksi persalinan adalah oligohidramnion atau kurangnya air ketuban, lambatnya pertumbuhan bayi dalam kandungan, dan janin yang sudah lewat masa kelahirannya. Terjadinya air ketuban yang pecah sebelum waktu kelahiran atau masa kontraksi juga menjadi dampak yang mempengaruhi penerapan persalinan melalui induksi. Jika bayi tidak dikeluarkan dalam waktu paling tidak 24 jam setelah pecahnya ketuban, maka akan terjadi infeksi pada ibu dan juga bayinya. Umir kandungan yang telah melewati 9 bulan 10 hari yaitu kira-kira 7 hari lebih, bayi juga harus dikeluarkan dengan cara induksi ini agar tidak mengalami komplikasi. Ini dikarenakan plasenta yang menghubungkan ibu dan bayi sudah tidak berfungsi lagi.

Macam-Macam Teknik Induksi Persalinan

Ada dua teknik dari persalinan induksi yaitu teknik mekanik dan kimia. Teknik mekanik adalah teknik yang dilakukan secara manual. Ada beberapa cara mekanik yang biasanya dilakukan seperti memecahkan ketuban saat proses persalinan, memasangkan balon keteter di mulut rahim, dan menerapkan metode stripping. Teknik kimia pada induksi persalinan biasanya dilakukan dengan rangsangan obat baik dengan cara meminumnya, lewat infus, dan memasukkannya dalam vagina.

Ringkasan: Induksi persalinan adalah sebuah metode kedokteran untuk merangsang tanda-tanda terjadinya persalinan baik sebelum maupun lewat dari waktu persalinan normal yang biasanya telah diperhitungkan oleh dokter.

Related Posts

  1. Memahami Persalinan Sungsang
  2. Tahapan Persalinan Kala I dan Kala II
  3. Persalinan Dan Penjelesan yang Sederhana
  4. Mengkaji Informasi Seputar Melahirkan Caesar
  5. Senam Ibu Hamil Sesuai Dengan Syarat Dan Ketentuan
  6. Penyakit Kista Masih Bisa Diatasi Dengan Cepat

Cara Cepat Hamil

{ 4 comments… read them below or add one }

Leave a Comment