Tifus – Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

Penyakit tifus Tifus merupakan suatu infeksi bakteri yang ditandai dengan diare, penyakit sistemik, dan ruam dimana paling sering disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi (S. typhi). Bakteri yang menyebabkan tifus tersebut menyebar melalui makanan yang tercemar, minuman, atau air. Jika seseorang makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi, bakteri akan memasuki memasuki tubuh, dan masuk ke usus kemudian ke dalam aliran darah, dimana ketika itu hal tersebut terjadi perjalanan bakteri ke kelenjar getah bening, kandung empedu, hati, limpa, dan bagian lain dari tubuh.

Beberapa orang bisa menjadi pembawa S. typhi dan terus mengeluarkan bakteri dalam kotoran mereka selama bertahun-tahun, menyebarkan vektor penyakit tifus. Demam tifus sangat umum bagi negara-negara berkembang, dan kebanyakan kasus di negara maju dibawa dari luar negeri (terutama negara-negara berkembang).

Berikut ini akan penulis tuliskan tinjauan penyakit tifus : bakteri, gejala, pengobatan dan pencegahan tifus.

Bakteri Penyebab tifus

Bakteri demam tifus (S. typhi) menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa dikenal sebagai demam tifus, dimana orang yang sakit tifus berkisar sekitar 21,5 juta orang setiap tahunnya. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, tifus adalah penyakit yang sangat umum dikenal di negara-negara berkembang. Hal ini disebabkan karena tifus merupakan penyakit yang sangat tergantung dari sanitasi dan kebersihan lingkungan. Seseorang bisa tertular tifus jika makan makanan atau minum minuman yang telah terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi tifus sebelumnya atau jika limbah terkontaminasi dengan bakteri digunakan untuk minum atau mencuci makanan.

Demam tifus merupakan penyakit yang umum di sebagian besar dunia, kecuali di daerah industri, seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, Australia, dan Jepang. Risiko tifus terbesar di dunia adalah India dan negara-negara berkembang lainnya di Asia, Afrika, Karibia, dan Amerika Tengah dan Selatan.

Ketika seseorang yang terinfeksi dengan bakteri penyakit tifus, bakteri mulai berkembang biak dan menyebar ke aliran darah. Setelah 3 sampai 60 hari, gejala demam tifus dapat terjadi. Periode antara waktu terinfeksi dan awal gejala ini disebut periode inkubasi demam tifus. Klik disini untuk topik penyebab tifus lebih lengkap.

Gejala Tifus

Gejala demam tifus bervariasi antara individu-individu. Beberapa akan memiliki gejala ringan, sementara yang lain bisa memiliki gejala yang sangat serius, bahkan sampai menyebabkan kematian. Bagi penderita tifus penting untuk di inkubasi agar mengindari penularan kepada orang lain, termasuk menjaga kebersihan diri agar penularan penyakit dari orang ke orang tidak terjadi.

Gejala umum demam tifus meliputi:

  1. Demam setinggi 39°C sampai 40°C
  2. Sakit perut
  3. Sakit kepala
  4. Lelah
  5. Hidung berdarah
  6. Kehilangan nafsu makan
  7. Penurunan denyut jantung
  8. Ruam datar, bintik berwarna.

Untuk lebih detail tentang gejala tifus silakan klik pada topik gejala tifus

Pengobatan Tifus

Pengobatan untuk tifus biasanya melibatkan antibiotik yang dapat membunuh bakteri penyakit tifus. Pengobatan demam tifus berfokus pada memberikan bantuan untuk mengurangi gejala misalnya antibiotik melawan penyakit atau obat penurun panas ketika terjadi demam.

Ketika perawatan yang tepat dimulai sejak dini, prognosis yang bagi penderita akan baik, sebaliknya jika ditangani terlambat (penderita terlambat mendapatkan bantuan medis), prognosis bisa menjadi buruk bahkan dapat menyebabkan kematian atau komplikasi. Dengan pengobatan tepat, angka kematian demam tifus dapat di minimalisisr di bawah 1 persen dan menurunkan resiko terjadinya beberapa komplikasi atau hal-hal yang tidak di inginkan. Klik di topik pengobatan tifus untuk info lebih lengkap.

Pencegahan Tifus

Sekitar 3 sampai 5 persen orang mungkin masih membawa bakteri demam tifus, bahkan jika gejala hilang dengan pengobatan. Orang-orang ini dikenal sebagai pembawa demam tifus. Untuk menghindari segala kemungkinan yang ada, medical check up kepada dokter dan konsultasi merupakan pilihan bijak, mengingat tidak sedikit angka kematian bagi penderita tifus yang terlambat mendapatkan tindakan medis dan juga beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkannya. Selain itu, tindakan pencegahan berupa promosi kesehatan juga sangat diperlukan terutama masyarakat awam dan mereka yang masih memiliki tingkat ekonomi rendah untuk memberikan pengetahuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi lingkungan. Salah satu cara untuk mencegah tifus adalah dengan vaksin tifus. Ada dua jenis vaksin tifus, yang satu digunakan untuk membunuh bakteri tifus, yang satunya lagi berisi strain hidup untuk melemahkan bakteri demam tifus. Untuk info lebih lengkap tentang pencegahan silakan klik di topik pencegahan tifus.

5 Responses

  1. tips kesehatan 3 years ago
    • Hidemi 11 months ago
  2. Agus 3 years ago
  3. indra kids facebreakforless 4 years ago
  4. indra kids facebreakforless 4 years ago

Add Comment