Pengobatan Tetanus Serta Pencegahannya

by yusri on June 21, 2011

pengobatan tetanus Pengobatan tetanus adalah langkah-langkah yang bertujuan untuk mengobati sumber infeksi bakteri dengan antibiotik dan drainase (dilakukan di rumah sakit), sementara pasien dimonitor untuk setiap tanda-tanda otot-otot pernapasan terganggu. Pengobatan Tetanus diarahkan menghentikan produksi toksin, menetralkan efeknya, dan mengendalikan kejang otot. Sedasi sering diberikan untuk kejang otot, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga dapat mengancam jiwa.

Dalam kasus yang lebih parah, bantuan pernapasan dengan mesin pernapasan buatan mungkin diperlukan. Jika toksin sudah beredar di tubuh maka pengobatan tetanus harus diarahkan dengan menetralkannya dengan obat antitoksin. Toksin tetanus tidak menyebabkan kerusakan permanen sistem saraf setelah pasien sembuh. Setelah pemulihan, pasien masih memerlukan imunisasi aktif karena penyakit tetanus tidak memberikan imunisasi alami terhadap sebuah episode berulang.

Pengobatan Tetanus dan Pencegahannya

imunisasi aktif untuk vaksin tetanus memainkan peran penting dalam pengobatan tetanus sekaligus juga mencegah penyakit. Tindakan pencegahan untuk melindungi kulit yang ditembus oleh bakteri tetanus. Sebagai contoh, tindakan pencegahan harus menghindari menginjak kuku dengan memakai sepatu. Jika luka tajam terjadi, harus dibersihkan dengan sabun dan air dan sebisa mungkin mencari bantuan medis. Berbeda halnya dengan imunisasi aktif, imunisasi pasif dapat diberikan dalam kasus-kasus yang dipilih (dengan imunoglobulin khusus).

Semua anak harus di imunisasi terhadap tetanus dengan menerima serangkaian lima vaksinasi DTaP yang umumnya dimulai pada usia 2 bulan dan selesai pada sekitar 5 tahun. Vaksin tetanus dianjurkan pada usia 11 tahun. Follow-up vaksinasi dianjurkan setiap 10 tahun sesudahnya, sementara jangka waktu 10 tahun ada perlindungan setelah seri masa kanak-kanak selesai. Seharusnya seorang yang berpotensi terkontaminasi luka terjadi, diberikan dalam kasus-kasus yang dipilih dan 10 tahun.

Obat untuk penatalaksanaan infeksi adalah antibiotik (misalnya, metronidazol) untuk membunuh bakteri, suntikan tetanus booster jika perlu, dan kadang-kadang antitoksin untuk menetralkan toksin seperti yang dijelaskan di awal. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pembersihan luka untuk menghilangkan bakteri (abses). Obat penenang diberikan pada mereka yang telah terinfeksi seperti diazepam untuk mengontrol kejang otot. Dukungan ventilator untuk membantu pernapasan dalam hal kejang pita suara atau otot pernafasan pada pengobatan tetanus ini.

Related Posts

  1. Penyebab Tetanus – Bakteri Clostridium Tetani
  2. Imunisasi Tetanus Toksoid
  3. Vaksin Tetanus
  4. Tetanus : Sejarah, Pengertian dan Penyebabnya
  5. Gejala Tetanus : Kaku dan Kejang Otot
  6. Pengobatan Influenza dan Komplikasinya

Cara Cepat Hamil

{ 10 comments… read them below or add one }

Leave a Comment