Gejala Rabies Berdasarkan Keluhan

by yusri on June 2, 2011

gejala rabies Gejala rabies dapat dilihat dari baik dari hewan yang terinfeksi hingga ciri ciri rabies pada manusia. Tanda dan gejala pada hewan terinfeksi rabies mungkin tampak sakit, gila, atau kejam. Inilah asal usul ungkapan "anjing gila". Namun, hewan yang terinfeksi dengan rabies juga dapat muncul terlalu ramah, jinak, atau bingung. Mereka bahkan mungkin muncul sepenuhnya normal. Melihat binatang liar pada malam hari (misalnya, kelelawar atau rubah) hingga binatang yang tampak pemalu namun aneh atau bahkan ramah harus tetap meningkatkan kecurigaan kita bahwa hewan tersebut mungkin memiliki gejala rabies.

Tanda dan gejala rabies pada manusia memiliki masa inkubasi rata-rata (waktu dari infeksi ke waktu perkembangan gejala rabies) antara 30-60 hari, tetapi bisa berkisar kurang dari 10 hari sampai beberapa tahun. Kebanyakan orang mulanya mengembangkan gejala nyeri, kesemutan, atau gatal menembak dari gigitan hewan pembawa virus (atau tempat masuk virus).

Gejala Rabies Bisa Berujung Pada Kematian

Keluhan nonspesifik antara lain demam, menggigil, kelelahan, nyeri otot, dan lekas marah dapat menyertai keluhan-keluhan yang sifatnya subjektif. Keluhan-keluhan ini mungkin tampak seperti gejala yang disebabkan virus lainnya, kecuali sensasi gigitan dari hewan yang terinfeksi rabies. Secara bertahap seseorang akan menjadi sangat sakit, mengembangkan berbagai ciri ciri rabies termasuk demam tinggi, kebingungan, agitasi, dan akhirnya kejang-kejang dan koma.

Biasanya, orang dengan rabies mengembangkan kontraksi tidak teratur dan kejang otot-otot pernapasan saat terkena air (ini disebut penyakit “anjing gila”. Mereka mungkin menunjukkan respon yang sama untuk embusan udara ditujukan pada mereka (aerophobia). Pada titik ini, mereka jelas sangat sakit.

Akhirnya berbagai organ tubuh yang terkena, hingga dapat menyebabkan kematian walaupun dukungan dengan obat-obatan dan respirator. Jika seseorang digigit hewan, maka baik hewan maupun orang tersebut yang menggigit harus diawasi. Biasanya dilakukan immunofluoresensi (tes antibodi fluoresensi) terhadap hewan tersebut. Tes tersebut dapat menunjukkan bahwa hewan tersebut menderita rabies atau tidak. Sedangkan bagi orang yang digigit untuk mendiagnosis secara dini adalah tindakan yang tepat. Biopsi kulit, pemeriksaan kulit leher dengan cara diperiksa dengan mikroskop, biasanya dapat menunjukkan adanya virus rabies.

Related Posts

  1. Virus Rabies – Rhabdovirus
  2. Rabies – Infeksi Akut Pada Sistem Saraf Pusat
  3. Gejala Tetanus : Kaku dan Kejang Otot
  4. Konsumsi Jagung Memperkecil Resiko Keluhan Penyakit
  5. Mengenal Gejala Malaria
  6. Gejala Sindrom Down

Cara Cepat Hamil

{ 3 comments… read them below or add one }

Leave a Comment